
Gunung Karangetang luncurkan awan panas, warga diungsikan pada Senin

Manado (ANTARA) - Warga Dusun Bolo, Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, Provinsi Sulawesi Utara, terpaksa diungsikan karena Gunung Karangetang meluncurkan awan panas guguran pada Senin pagi.
Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Karangetang Yudia P Tatipang di Manado mengatakan bahwa gunung api itu meluncurkan awan panas guguran pada Senin pukul 07.58 WITA.
"Jarak luncur dua kilometer ke arah Kali Kahetang atau sektor tenggara," katanya.
Guna menghindari dampak awan panas guguran Gunung Karangetang, warga Dusun Bolo diarahkan untuk mengungsi ke Gereja Bukit Zaitun Tampuna di Kelurahan Tarorane.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi telah menaikkan status aktivitas Gunung Karangetang dari Waspada (Level II) menjadi Siaga (Level III) pada 19 Mei 2023.
Dalam pemberitaan Kamis (6/7), Ketua Pos Pengamatan Gunung Api, Yudia P Tatipang mengatakan aktivitas erupsi Gunung Karangetang secara visual, instrumental dan potensi ancaman bahaya tinggi sehingga tingkat aktivitasnya masih pada level III atau siaga.
Dalam tingkat aktivitas level III atau siaga, masyarakat, pengunjung, wisatawan ataupun pendaki tidak diperbolehkan beraktivitas dan mendekati area dalam radius 2,5 km dari kawah utama (selatan) dan kawah dua (utara), serta di radius 3,5 kilometer pada sektor barat daya, selatan dan tenggara.
Masyarakat di sekitar Gunung Karangetang dianjurkan menyiapkan masker penutup hidung dan mulut untuk mengantisipasi bahaya gangguan saluran pernapasan jika terjadi hujan abu.
Pemantauan secara intensif tetap dilakukan guna mengevaluasi kegiatan Gunung Karangetang oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG).
"Masyarakat yang tinggal di sekitar bantaran sungai yang berhulu dari puncak Gunung Karangetang meningkatkan kesiapsiagaan dari potensi ancaman lahar hujan dan banjir bandang," ajaknya.
Sugeng juga berharap masyarakat tetap tenang tidak terpancing berita bohong terkait erupsi Gunung Karangetang, serta senantiasa mengikuti arahan dari BPBD Provinsi Sulawesi Utara dan BPBD Kabupaten Sitaro.
Pemerintah daerah, lanjut dia, senantiasa berkoordinasi dengan Pos PGA Karangetang di Desa Salili, Kecamatan Siau Tengah, Kabupaten Kepulauan Sitaro atau PVMBG Bandung.
Masyarakat maupun BNPB, BPBD Provinsi Sulawesi Utara, BPBD Kabupaten Sitaro, dan instansi terkait lainnya dapat memantau perkembangan tingkat aktivitas maupun rekomendasi Gunung Karangetang setiap saat melalui aplikasi MAGMA Indonesia.
Pada 8 Februari 2023, Gunung Karangetang erupsi efusif setelah terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, bersamaan dengan itu, PVMBG kemudian menaikkan statusnya menjadi siaga level III.
Dua bulan lebih berselang, pada 26 April 2023 PVMBG kemudian menurunkan statusnya menjadi waspada level II, tanggal 19 Mei 2023 kemudian, PVMBG kembali menaikkan statusnya menjadi siaga level III.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Gunung Karangetang luncurkan awan panas guguran, warga diungsikan
Pewarta : Karel Alexander Polakitan
Editor:
Yuniati Jannatun Naim
COPYRIGHT © ANTARA 2026
