Logo Header Antaranews Kepri

Tanjungpinang Terjadi Deflasi 1,46 Persen

Jumat, 1 April 2011 17:27 WIB
Image Print
Kepala BPS Kepri Said Syafri. (kepri.antaranews.com/Nikolas Panama)

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau, menyatakan, Kota Tanjungpinang pada Maret 2011 mengalami deflasi sebesar 1,46 persen.

Deflasi juga dialami 15 kota lainnya di Sumatra, dengan deflasi tertinggi di Padang 2,59 persen dan terendah Bandar Lampung 0,41 persen, ujar Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri) Said Syafri di Tanjungpinang, Jumat.

"Deflasi di Kota Tanjungpinang disebabkan oleh turunnya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 5,40 persen," ungkap Syafri.

Sebaliknya, enam kelompok lainnya mengalami kenaikan harga yaitu, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,27 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,05 persen, kelompok sandang sebesar 0,32 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,58 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,22 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,15 persen.

Deflasi yang terjadi di Tanjungpinang pada Maret 2011 ditandai dengan penurunan indeks harga konsumen dari 129,18 pada Februari 2011 menjadi 127,30 pada Maret 2011.

Perubahan harga pada 82 komoditas menjadi pemicu terjadinya deflasi di Tanjungpinang pada Maret 2011,

Sebanyak 32 komoditas mengalami penurunan harga antara lain, cabai merah, ikan selar, ikan tongkol, cabai rawit, udang basah, sotong, bayam, daging ayam ras, kangkung, cabai hijau, bawang putih, wortel, sawi hijau, cumi-cumi, ikan kembung, dan jeruk. Sedangkan 50 komoditas lainnya mengalami kenaikan harga, yaitu minyak goreng, sop, soto, tempe, kacang panjang, tahu mentah, minyak pemulas atau oli, bawang merah, pasta gigi, sandal kulit, shampo, upah pembantu rumah tangga, televisi berwarna, dan daging sapi.

"Laju inflasi tahun kalender (Januari - Maret 2011) di Tanjungpinang sebesar 1,28 persen. Sementara laju inflasi 'year on year' (Maret 2011 dibanding dengan Maret 2010) di sebesar 6,67 persen," ungkapnya.

(ANT-NP/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026