Logo Header Antaranews Kepri

Dinkes Karimun Optimalkan IBI Cegah Kematian Bayi

Sabtu, 9 April 2011 18:24 WIB
Image Print
Kadinkes Karimun Sensissiana (kepri.antaraews.com/Rusdianto)

Karimun (ANTARA News) - Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengoptimalkan penyuluhan dan pelatihan terhadap bidan melalui wadah Ikatan Bidan Indonesia untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

"Setiap tiga bulan sekali kami memberikan penyuluhan dan pembinaan terhadap para bidan untuk meningkatkan pengetahuannya dalam membantu ibu hamil yang melahirkan. Tujuannya untuk menekan angka kematian ibu dan bayi," kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Karimun Sensissiana, di Tanjung Balai Karimun, Sabtu.

Menurut Sensissiana, penyuluhan dan pembinaan terhadap bidan yang tergabung dalam Ikatan Bidan Indonesia (IBI) tidak hanya menyangkut peningkatan pengetahuan membantu persalinan ibu hamil, tetapi juga mewujudkan kesadaran menolong ibu hamil tanpa memandang status sosial.

"Bidan harus sigap dan mendahulukan proses persalinan dengan benar, tanpa memandang status ibu hamil tersebut. Setiap ibu hamil wajib dibantu dengan benar, walaupun dari kalangan warga tidak mampu," katanya.

Ia mengatakan upaya menekan angka kematian ibu dan bayi merupakan salah satu sasaran program Millenium Development Goals (MDGs) yang diratifikasi 138 negara di dunia, termasuk Indonesia.

Sasaran program MDGs diharapkan bisa tercapai pada 2015," katanya.

Di Kabupaten Karimun, kata dia jumlah ibu hamil yang meninggal saat melahirkan sebanyak 11 orang, meningkat dibandingkan 2009 sebanyak delapan orang.

Sedangkan jumlah bayi yang meninggal saat lahir pada 2010 sebanyak 53 bayi, turun dibandingkan 2009 sebanyak 72 bayi.

"Angka tersebut diperoleh berdasarkan data di rumah sakit, puskesmas, bidan dan klinik bersalin swasta. Tidak tertutup kemungkinan lebih banyak mengingat wilayah Karimun yang terdiri dari pulau-pulau," katanya

Sensissiana mengatakan jumlah kematian bayi dan ibu hamil bukan tidak mungkin lebih banyak.

"Kami sulit memonitor proses persalinan ibu hamil di daerah terpencil, apalagi proses melahirkan tanpa melalui bidan atau petugas medis di puskesmas setempat," katanya.

Ia juga mengatakan peranan kader posyandu juga menentukan dalam menekan angka kematian ibu dan bayi.

"Kader posyandu harus jeli memantau ibu hamil di lingkungannya. Pihak Dinkes juga telah menyusun program bagi kesehatan ibu hamil dan bayi yang didukung dengan program dari Kementerian Kesehatan," katanya.

(ANT-RD/M008/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026