Logo Header Antaranews Kepri

BP Migas Bangun Pembangkit Listrik Di Palmatak

Jumat, 27 Mei 2011 20:48 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi akan membangun pembangkit listrik yang diperuntukkan bagi warga sekitar base camp Kontraktor Kontrak Kerja Sama di Pulau Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau.

Kepala Dinas Humas dan Hubungan Kelembagaan BP Migas, Elan Biantoro yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat, mengatakan pembangunan pembangkit tenaga listrik untuk masyarakat Palmatak pada tahap pertama 2011 memiliki kapasitas 500 KW.

"Kami menargetkan daerah sekitar base camp KKKS di Palmatak sudah terang benderang pada saat menjelang Hari Raya Idul Fitri 2011," kata Elan.

Menurut dia, pada 2012 akan dilanjutkan dengan pembangunan pembangkit listrik tahap kedua yang juga dengan kapasitas 500 KW.

"Total daya listrik sebesar 1 MW yang terealisasi nantinya sudah melebihi kebutuhan dari sekitar 500 sampai 600 kepala keluarga (KK) di Palmatak," ujarnya.

Pembangkit listrik yang akan dibangun dengan investasi miliaran rupiah tersebut menurut dia berbahan bakar minyak, karena tidak memungkinkan menyalurkan gas dari ladang gas yang berada jauh di lepas pantai Kepulauan Anambas.

"Mesin genset yang digunakan juga kami pilih yang terbaik dan didatangkan dari Jerman," ungkapnya.

Ditambahkan dia, penyediaan listrik bagi masyarakat sekitar base camp KKKS tersebut merupakan program bright and green yang dicanangkan BP Migas.

Bright dalam artian luas, bukan hanya masyarakat memiliki penerangan listrik, tetapi juga diharapkan akan meningkatkan prestasi anak didik karena bisa belajar malam hari, serta terang dari sisi kesejahteraan masyarakat dengan tersedianya listrik untuk kegiatan perekonomian, kata Elan.

Untuk program green menurut dia, KKKS di Palmatak juga telah berpartisipasi dalam penangkaran penyu di pulau yang berjarak sekitar 15 menit dari Pulau Palmatak.

Penyaluran dana Coorporate Social Responsibility (CSR) oleh tiga KKKS besar di Anambas seperti ConocoPhillips Indonesia, Premier Oil dan Star Energy menurut dia juga telah berjalan dengan baik, seperti untuk pendidikan, kesehatan, kesejahteraan guru dan pembangunan infrastruktur.

"Tidak benar kalau tidak ada CSR dari KKKS tersebut untuk masyarakat daerah penghasil, karena sudah dianggarkan setiap tahunnya," katanya.

Dia menambahkan, pada pekan depan akan diresmikan gedung serba guna di Tarempa, Anambas yang biasa digunakan oleh DPRD setempat untuk rapat dan kegiatan masyarakat, karena pembangunan gedung itu merupakan bagian dari CSR KKKS.

"Bahkan untuk semua juara STQ tingkat Provinsi Kepulauan Riau yang baru dilaksankan di Anambas diberi hadiah menunaikan ibadah Umrah dari dana CSR," katanya.

Sementara untuk daerah penghasil minyak bumi dan gas (migas) di Natuna, menurut dia juga telah dilaksankan berbagai program terutama penyaluran dana CSR kepada masyarakat melalui mitra binaan KKKS.

"Walaupun tidak ada base camp KKKS di Natuna, BP Migas dan KKKS tetap berkomitmen menyalurkan dana CSR yang memang sudah dianggarkan," ujar Elan.

Penyaluran CSR untuk Natuna menurut dia akan bertambah lagi dengan adanya Premier Oil di Blok Tuna dan Mitra Energy di North East Natuna yang sedang melakukan eksplorasi.

Namun, Wakil Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris, Ketua DPRD Natuna, Hadi Chandra dan mantan Bupati Natuna Raja Amirullah sama-sama mengatakan kontribusi KKKS dan BP Mgas belum bisa dinikmati sepenuhnya oleh masyarakat daerah penghasil migas itu.

Menurut mereka, kontribusi yang diberikan belum ada apa-apanya dibandingkan dengan hasil kekayaan alam yang dikeluarkan dari perut bumi Anambas dan Natuna, kecuali dana bagi hasil migas (DBH) yang ditentukan pemerintah pusat setiap tahunnya.

"Tidak ada kontribusinya untuk daerah penghasil selain DBH migas yang diterima setiap tahun," kata Raja Amirullah yang baru tiga pekan meletakkan jabatannya sebagai Bupati Natuna.
(ANT-HM/DD)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026