Logo Header Antaranews Kepri

Harga Daging Ayam Terancam Kembali Naik

Selasa, 14 Juni 2011 10:55 WIB
Image Print
Ilustrasi: Daging ayam ras segar. (kepri.antaranews.com/josengbie)

Tanjungpinang (ANTARA News) - Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Tanjungpinang menyatakan, harga daging ayam ras yang dijual pedagang di daerah tersebut terancam kembali naik karena hingga sekarang komoditas tersebut masih langka.

"Harga daging ayam ras akan naik lagi pada saat permintaan meningkat," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Tanjungpinang, Efiyar M Amin, Selasa.

Efiyar memastikan kenaikan harga daging ayam ras dari Rp24.000-Rp25.000/kg menjadi Rp26.000-27.000/kg sejak empat bulan terakhir bukan disebabkan "permainan" pedagang, melainkan karena bibit ayam ras langka.

Bibit ayam ras yang dibesarkan di beberapa peternakan di Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan berasal dari Pulau Jawa dan Sumatra Utara. Saat ini, kata dia, peternak kesulitan memasok bibit ayam ras dalam jumlah yang banyak.

"Jika permasalahan ini tidak teratasi kemungkinan harga daging ayam ras naik, terutama pada saat puasa dan Idul Fitri. Karena pada saat itu, kebutuhan terhadap ayam ras meningkat," ujarnya.

Sementara itu beberapa pedagang di Pasar Baru Kota Tanjungpinang terpaksa hanya menjual daging ayam ras yang telah dibekukan untuk memenuhi kebutuhan konsumen sejak satu bulan terakhir.

"Kami terpaksa menjual daging ayam ras yang telah beberapa hari dibekukan di lemari es, karena daging ayam ras yang segar mengalami kelangkaan," kata pedagang daging ayam ras di Pasar Baru Tanjungpinang, Topan.

Topan mengungkapkan, daging ayam ras beku berasal dari Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau dan Jakarta. Harga daging ayam ras beku Rp24.000/kg, sedangkan daging ayam ras yang segar Rp26.000/kg.

Namun beberapa pedagang lainnya menolak menjual daging ayam ras beku, karena khawatir tidak laku terjual. Setiap hari, kata dia, mereka hanya menjual daging ayam ras sesuai jatah yang diberikan pengusaha ternak ayam ras.

Rata-rata pedagang daging ayam ras segar di Pasar Baru Tanjungpinang hanya diberi jatah seberat 30-80 kg. Stok daging ayam ras segar yang terbatas tidak mampu menutupi kebutuhan pelanggan.

"Daging ayam ras yang kurang segar juga laku terjual sejak ayam ras mengalami kelangkaan," katanya.

(ANT-NP/Btm1)



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026