Logo Header Antaranews Kepri

Pedagang Keluhkan Kelangkaan Gula

Jumat, 17 Juni 2011 17:14 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Pedagang di pasar tradisional Batam Provinsi Kepulauan Riau mulai mengeluhkan kelangkaan gula sejak satu minggu terakhir.

"Gula langka sejak sekitar seminggu ini, tidak ada distributor yang memasok lagi," ujar pedagang sembako di pasar Mitra Raya Batam, Sulaiman, Jumat.

Menurut Sulaiman, para distributor tidak berani mendatangkan gula dalam jumlah yang besar setelah mendengar kabar ada gula impor masuk.

"Mereka takut kalau sewaktu-waktu gula impor dilempar ke pasar akan mengalami kerugian," tambah dia.

Saat ini para rata-rata harga gula di Batam mencapai Rp10-10.500/kg tergantung kualitasnya.

"Karena stok kosong, ada kecenderungan kenaikan harga rata-rata Rp500-1.000/kg," ucap Sulaiman.

Bila gula impor tidak segera dilempar ke pasar, Sulaiman memperkirakan dalam satu minggu kedepan terjadi lagi kenaikan harga.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Enegrgi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam, Ahmad Hijazi mengatakan keputusan kapan gula impor bisa diedarkan ada pada Bea dan Cukai.

"Disperindag hanya bisa menghimbau agar Bea Cukai segera menyelesaikan proses pemeriksaan gula tersebut, agar segera bisa dilempar ke pasar," ucap dia.

Bila prosesnya terlalu lama, Hijazi memastikan harga gula akan mengalami kenaikan.

"Para distributor tidak akan berspekulasi mendatangkan gula lokal, mereka akan menunggu gula impor dipasarkan karena tidak mau rugi," kata Hijazi.

Hijazi juga mengatakan, Disperindag, BC, dan Badan Pengusahaan Batam telah melakukan pembicaraan mengenai harga gula impor tersebut.

"Setelah dihitung-hitung harga di pasar nanti sekitar Rp8.500," ucap Hijazi.*



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026