
Warga Batam Pertanyakan Kegunaan KF BBM

Batam (ANTARA News) - Warga Kota Batam mempertanyakan kegunaan kartu fasilitas bahan bakar minyak yang dikeluarkan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi beberapa waktu lalu.
"Sudah lebih sebulan kartu itu diluncurkan, sampai saya masih tidak mengerti buat apa," kata warga Tiban Ayu Gayatri, Selasa.
Ia mengatakan sejak peluncuran, petugas SPBU tidak pernah meminta KF sebagai tanda pembelian. Padahal, dalam sosialisasi BPH Migas, kartu itu menjadi alat pemantauan penggunaan BBM.
"Saya bingung, saya tidak pernah sekalipun menggunakan KF sedari awal," kata dia.
Senada dengan Ayu, warga Sekupang, Hendriyanto mempertanyakan komitmen pemerintah dalam penggunaan KF.
"Dulu, sewaktu sosialisasi heboh, tapi sekarang, sesudah diluncurkan, kartu ini tidak pernah digunakan. Diminta petugas SPBU saja tidak," kata dia.
Padahal, kata dia menambahkan, untuk membuat kartu yang seyogyanya menjadi alat catat pembelian BBM bersubsidi itu harus mengantre hingga berjam-jam.
"Saya bahkan harus izin dari kantor," kata dia.
Warga Batam Kota Arie Supar mengatakan pemerintah seharusnya tegas dalam penggunaan kartu fasilitas.
"Ini semacam proyek saja, tidak ada gunanya," kata dia.
BP Migas meluncurkan pengunaan KF BBM sebagai alat penyerta pembayaran bensin dan solar bersubsidi di Batam, 24 Mei 2011.
Kepala BPH Migas Tubagus Haryono mengatakan KF berfungsi memetakan penggunaan BBM bersubsidi di masayarakat. Setiap pemilik kendaraan diharuskan memiliki kartu fasilitas yang merekam data kendaraan. Satu kartu melekat pada satu kendaraan.
Seyogyanya, setiap membeli BBM bersubsidi, kartu itu didata menggunakan komputer terintegrasi sehingga pemerintah dapat melihat kebutuhan setiap jenis kendaraan.
"Dari situ, dapat diketahui apakah ada pemakaian tidak wajar," kata Tubagus.
Namun, sejak peluncuran hingga akhir Juni 2011, masyarakat tidak diwajibkan menunjukan KF setiap membeli BBM bersubsidi.
Warga yang belum memiliki KF pun dapat bebas membeli BBM dengan harga subsidi.
(ANT-YJN/Btm1)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
