
Polair Serahkan Imigran Sri Lanka Kepada Imigrasi

Tanjungpinang (ANTARA News) - Direktur Kepolisian Perairan Kepolisian Daerah Kepulauan Riau menyerahkan penanganan 87 imigran Sri Lanka yang saat ini berada di atas kapal di perairan Tanjungpinang kepada Kantor Imigrasi setempat.
"Kami sudah sepakat untuk penanganan imigran Sri Lanka atau penyelundupan manusia selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada Kantor Imigrasi Tanjungpinang," kata Direktur Polair Polda Kepulauan Riau (Kepri), Kombes Pol Yassin Kosasih kepada wartawan di Tanjungpinang, Rabu.
Keputusan itu disampaikan Kombes Yassin setelah melakukan rapat tertutup di pelabuhan Internasional Sri Bintan Pura Tanjungpinang dengan pejabat Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kepri, Kantor Imigrasi dan pimpinan Rumah Detensi Imigrasi Tanjungpinang dan Kantor Kesehatan Pelabuhan, serta perwakilan Organisasi Internasional untuk Pengungsi (IOM).
"Siang ini akan dilakukan pemeriksaan kesehatan terhadap lima anak-anak dan seorang perempuan yang sedang hamil delapan bulan karena sangat rentan terkena penyakit," ujar Yassin didampingi seluruh pejabat terkait.
Pemeriksaan kesehatan imigran secara periodik menurut dia, juga akan dilakukan oleh pihak karantina atau kesehatan pelabuhan di atas kapal.
"Kami belum tahu sampai kapan mereka akan bertahan diatas kapal walaupun telah ada upaya untuk menyuruh mereka turun untuk ditampung pihak imigrasi," ujarnya.
Imigran tersebut menurut dia bersikeras tidak mau turun karena ingin melanjutkan perjalanan ke Selandia Baru atau Kanada.
Kepala Kantor Wilayah Hukum dan HAM Kepri, I Gede Widiartha mengatakan Kantor Imigrasi Tanjungpinang maupun Rumah Detensi Iigrasi siap untuk menangani dan menampung imigran tersebut jika mereka mau turun dari kapal.
"Imigrasi siap menangani mereka, kapasitas Rudenim juga masih mampu menampung mereka jika mau turun," ujarnya.
Sebanyak 87 orang imigran Sri Lanka tersebut berada diatas kapal kargo MV Andrean 4 yang berganti nama menjadi MV Alicia di perairan Tanjungpinang sejak Minggu (10/7) usai ditangkap Polair Mabes Polri dan Polda Kepri di perairan Selat Riau pada Sabtu (9/7).
Kapal yang dibeli dari Jakarta seharga dua juta dolar AS tersebut sudah dua bulan berputar-putar di perairan Kepri, Malaysia dan perairan internasional menunggu imigran lain.
Kapal kargo itu rencananya akan memuat sebanyak 300-400 orang imigran Sri Lanka menuju Selandia Baru atau Kanada dengan bayaran mencapai 50.000 dolar AS per orang.(ANT-HM/A011/Btm2)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
