
Lele Batam Belum Mampu Saingi Lele Malaysia

Batam (ANTARA News) - Kamar Dagang dan Industri Provinsi Kepulauan Riau mengatakan, lele hasil budidaya Batam masih kalah bersaing dari sisi harga dibandingkan lele asal Malaysia.
"Lele lokal harganya lebih mahal dari lele asal Malaysia," kata Wakil Ketua Bidang Perdagangan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kepri, Amat Tantoso, di Batam, Rabu.
Faktor yang menyebabkan lele lokal lebih mahal, kata Tantoso, karena belum ada pabrik pakan lele di Batam atau Kepri.
"Kalau dijual dengan harga yang sama dengan lele impor, petani masih rugi karena belum mampu menekan harga pakan," kata dia.
Tantoso mengatakan, harga lele lokal dan lele impor selisih sekitar Rp2.000 per kilogram.
"Perlu campur tangan lebih besar dari pemerintah agar para petani tidak rugi bila menjual lele sama dengan lele dari Malaysia," kata dia.
Menurut Tantoso, selama ini sekitar 70 persen kebutuhan lele di Kepri terutama Kota Batam dipenuhi dari Malaysia.
"Kebutuhan lele di Batam mencapai 10 ton sedangkan masyarakat baru mampu menghasilkan sekitar dua ton," kata dia.
Sebelumnya, Pemerintah Kota Batam, Provinsi Riau Kepulauan menargetkan dapat swasembada lele, sebagai hasil dari program budi daya lele di kota industri itu.
"Targetnya, Batam bisa swasembada, kapan bisa swasembada, masih dikaji," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan.
Ia mengatakan, saat ini, program budi daya lele menghasilkan sekitar dua ton per hari.
Sedangkan kebutuhan lele untuk konsumsi seluruh warga Batam mencapai delapan hingga 10 ton per hari.
Untuk mencapai target, Pemkot Batam terus mengintensifkan upaya budi daya dengan pengembangan budi daya dengan menambah jumlah kelompok tani berikut kolam lele.
"Jumlah kelompok tani ditambah hingga produksinya bisa swasembada," katanya.
Saat ini terdapat 69 kelompok tani dengan 138 kolam, tambah Dahlan.
(ANT-L/M012/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
