Logo Header Antaranews Kepri

UNHCR Temui Imigran di Tanjungpinang

Rabu, 27 Juli 2011 16:44 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Komisariat Tinggi Perserikatan Bangsa-Bangsa Urusan Pengungsi atau UNHCR perwakilan Indonesia menjumpai ratusan imigran asal Afghanistan, Irak, Iran dan Sri Lanka yang berunjuk rasa di dalam Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, Rabu.

Rombongan UNHCR yang dipimpin Kepala Perwakilan Indonesia, Manuel Jordao tiba sekitar pukul 14.30 WIB di Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang dan langsung menemui beberapa perwakilan imigran untuk berdialog secara tertutup.

"Kami hanya memfasilitasi UNHCR untuk berdialog dengan imigran, keterangan lebih jauh bisa ditanyakan kepada pihak UNHCR usai dialog," kata Kepala Rudenim Pusat Tanjungpinang, Sugiyo.

Sekitar 250 orang lebih imigran tersebut berunjuk rasa sejak Senin (25/7) menuntut kejelasan statusnya sebagai pengungsi atau bukan kepada UNHCR.

Unjuk rasa sebelumnya juga dilakukan pada Jumat (19/7) karena sebagian besar dari imigran yang sejak awal 2010 menghuni Rudenim Tanjungpinang tersebut belum diverifikasi oleh UNHCR.

Sekitar 40 orang imigran yang sudah berstatus pengungsi juga menuntut segera ditempatkan ke negara ketiga karena belum ada kejelasan dari UNHCR sejak empat sampai sembilan bulan lalu.

"Sebagian dari kami belum diwawancara atau diverifikasi oleh UNHCR, namun sebagian yang sudah diverifikasi juga belum memiliki status atau ditempatkan ke negara ketiga," kata salah seorang imigran asal Afghanistan Habibullah.

Habibullah yang sudah 1,5 tahun menghuni Rudenim Tanjungpinang menyebutkan, sebagian besar imigran sudah stres menunggu kejelasan statusnya dari UNHCR.

"Kalau pun UNHCR menganggap kami yang lari dari medan perang karena terancam bukan pengungsi tidak masalah, namun ada kepastian," katanya.

Hingga pukul 17.00 WIB masih terjadi pertemuan pihak UNHCR dengan perwakilan imigran, sementara ratusan imigran lain berkumpul di salah satu ruangan sambil membawa poster yang meminta keadilan dan kebebasan.

"Kami masih rapat, usai rapat akan kami hubungi," ujar perwakilan UNHCR di Tanjungpinang, Santi.

(ANT-HM/A013/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026