
Dinsos Batam Berencana Bangun Rumah Singgah

Batam (ANTARA News) - Dinas Sosial Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, berencana membangun rumah singgah untuk menampung gelandangan dan pengemis terutama yang masih anak-anak.
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Batam Muhammad Sahir, Kamis, mengatakan pihaknya akan bekerja sama dengan lembaga swadaya masyarakat, Badan Amil Zakat (BAZ), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk mewujudkan rumah singgah tersebut.
"Jumlah anak jalanan, gelandangan, dan pengemis di Batam cenderung meningkat. Sudah saatnya Batam memiliki rumah singgah," kata dia.
Menurut Sahir, saat ini Dinsos sudah membuat nota kerja sama dengan LSM, BAZ, dan MUI. "Mereka sangat mendukung dan antusias dengan rencana ini," ujarnya.
Di rumah singgah yang akan dibangun tersebut, kata Sahir, anak-anak akan diberi pembekalan berupa pengetahuan dasar seperti baca tulis, dan pendidikan keterampilan lainnya.
"Anak-anak yang ke rumah singgah juga akan diingatkan untuk sembahyang sesuai dengan agama masing-masing," katanya.
Berdasarkan data Rumah Singgah Yayasan Pembinaan Asuhan Bunda (YPAB) Batam, setidaknya ada sekitar 300 orang anak jalanan di Batam.
"Mereka rata-rata korban kekerasan keluarga, sehingga anak-anak itu memilih hidup di jalanan untuk mencari kebebasan," ujar pengasuh Rumah singgah YPAB Batam Sri Soedarsono.
Menurut dia, rumah singgah yang dikelola bersama beberapa orang yang peduli pada nasib anak-anak tersebut memberikan bimbingan agar anak jalanan Batam bisa melupakan kejadian serta trauma atas kehidupan buruk yang pernah mereka alami.
"Kita berupaya membimbing mereka agar mendapatkan masa depan lebih baik," katanya.
Ia juga mengatakan, di luar angka tersebut masih banyak anak yang setiap hari hidup di jalanan.
"Kemampuan rumah singgah sendiri terbatas untuk menampung anak jalanan, apalagi dengan tidak adanya bantuan yang diberikan pemerintah," katanya.
(ANT-L/E005/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
