
Harga Daging Ayam Ras di Tanjungpinang Stabil

Tanjungpinang (ANTARA News) - Harga daging ayam ras di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau, stabil meski permintaan terhadap komoditas itu meningkat dalam pekan ini.
Daging ayam ras dijual dengan harga Rp26.000/kg sejak akhir Juli 2011, kata pedagang daging ayam ras di Pasar Baru Tanjungpinang, Topan, Kamis.
"Belum ada tanda-tanda harga daging ayam ras akan naik menjelang Idul Fitri, karena persediaannya masih banyak," ujarnya.
Daging ayam ras yang dijual seluruh pedagang berasal dari Tanjungpinang dan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau.
Saat ini, kata dia, distribusi terhadap daging ayam ras masih lancar, karena jarak antara Tanjungpinang dengan Bintan cukup dekat.
Harga daging ayam ras naik dari Rp25.000/kg menjadi Rp26.000/kg sekitar dua pekan lalu. Kenaikan harga komoditas itu disebabkan persediaannya terbatas, sementara permintaan terus meningkat.
"Kemungkinan harga daging ayam ras naik jika persediaannya menipis. Sebaliknya, harga daging ayam ras tidak akan naik jika persediaan ayam ras mencukupi," katanya.
Persediaan dan harga daging ayam ras kini relatif stabil. Rata-rata stok daging ayam ras yang dijual pedagang dalam sehari 150-200 kg.
"Penjualan daging ayam ras dalam sehari di atas 100 kg," ujar Topan.
Pengawasan
Kepala Dinas Peternakan, Kehutanan dan Pertanian Bintan, Kartini mengatakan, pengawasan terhadap peternakan, pemotongan dan penjualan daging ayam ras diperketat menjelang Idul Fitri.
Penjualan daging ayam ras yang membahayakan kesehatan masyarakat dapat terjadi pada saat permintaan meningkat tajam. Pedagang diharapkan tetap menjaga kualitas daging ayam yang dijualnya.
"Kami berupaya mengantisipasi penjualan daging ayam ras busuk atau yang mengandung zat kimia yang membahayakan kesehatan masyarakat," ujar Kartini.
Ia mengungkapkan, Bintan memiliki 18 lokasi pemotongan ayam ras. Pemilik lokasi pemotongan ayam ras telah diperingatkan untuk memperhatikan kualitas daging ayam ras yang dijualnya.
Selain itu, kata dia, pemerintah juga telah memperingatkan kepada seluruh pedagang untuk tidak menjual daging ayam ras yang membahayakan kesehatan masyarakat.
"Kami belum menemukan penjualan daging ayam ras yang dapat merugikan kesehatan masyarakat," katanya.
Bintan memiliki tiga pasar yang berada di Kecamatan Gunung Kijang, Kecamatan Bintan Timur dan Tanjung Uban. Pasar tersebut merupakan tempat pedagang daging ayam ras menjual barang dagangannya.
"Dalam waktu dekat kami akan melakukan sidak di lokasi pemotongan ayam dan perdagangan daging ayam ras," ujarnya.
(ANT-NP/K005/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
