
Penjualan Kopiah di Karimun Meningkat

Karimun (ANTARA News) - Tingkat penjualan kopiah di Tanjung Balai Karimun, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, meningkat selama bulan Ramadhan 1432 Hijriyah.
"Alhamdulillah, penjualan kopiah dagangan saya meningkat dibandingkan hari biasa," kata Anto, pedagang kopiah pasar kaget Ramadhan di kawasan Kolong, Tanjung Balai Karimun, Sabtu.
Anto mengatakan, omzet penjualannya meningkat hampir seratus persen dibandingkan hari biasa. Bahkan meningkat lebih dari dua kali lipat pada hari pertama puasa.
"Penjualan hari ini memang tidak sebanyak hari pertama puasa, tapi lebih besar dibandingkan hari biasa. Kalau biasanya Rp300.000 dalam satu hari, sekarang bisa mencapai Rp500.000," katanya.
Dia mengatakan, pembeli pada umumnya membeli kopiah hitam dan songkok haji. Kopiah hitam dijual dengan harga bervariasi, mulai dari Rp35.000 hingga Rp55.000. Sedangkan songkok haji dijual pada kisaran Rp20.000 hingga Rp50.000 per lembar.
"Semua dagangan yang saya jual berasal dari Pulau Jawa," katanya.
Menurut dia, keberadaan pasar kaget Ramadan menjadi berkah bagi dirinya untuk menambah penghasilan. Dia mengaku telah memesan stok dagangan dalam jumlah relatif besar untuk persiapan menjelang lebaran.
"Seperti tahun lalu, penjualan kopiah akan terus meningkat menjelang Lebaran," ucapnya.
Dedi pedagang kopiah di Puakang mengatakan, omzet penjualannya juga meningkat sekitar 50 persen dibandingkan hari biasa.
"Di lokasi saya berjualan banyak yang berjualan kopiah, makanya peningkatannya hanya sekitar 50 persen. Namun, saya tetap bersyukur karena kopiah termasuk produk yang jarang dicari orang, kecuali pada bulan puasa dan hari raya," katanya.
Menurut dia, pembeli tidak hanya berasal dari kalangan warga Tanjung Balai Karimun, tetapi juga berasal dari pulau lain, seperti Pulau Parit dan Pulau Tulang.
"Warga pulau banyak yang belanja untuk kebutuhan puasa," ucap dia.
Suasana pasar kaget Ramadhan maupun Pasar Puakang ramai dikunjungi warga. Selain membeli makanan untuk kebutuhan berbuka, warga juga membeli perlengkapan shalat mulai dari kopiah, mukena, tasbih dan baju koko.
"Kopiah punya saya sudah usang, tidak nyaman dipakai untuk shalat tarawih," kata Hamid, seorang warga.
(ANT-RD/S023/Btm3)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
