
Angkatan Kerja Batam Hanya Terserap 20 Persen

Batam (ANTARA News) - Dari sekitar 5.000 lowongan kerja yang disediakan Pemerintah Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau setiap tahunnya, hanya 20 persen terserap oleh angkatan kerja daerah setempat.
Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ricky Indrakari, Senin, mengatakan ini disebabkan angkatan kerja lulusan sekolah di Batam kurang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja.
"Lulusan sekolah di Batam belum sesuai dengan yang diinginkan dunia kerja. Akhirnya perusahaan merekrut dari luar Batam," kata dia.
Menurut Ricky, lulusan lokal akan lebih bisa terserap jika Batam memiliki Balai latihan Kerja (BLK).
"Bila lulusan tidak sesuai mereka bisa melatih keterampilan mereka di BLK agar punya keahlian yang dibutuhkan dunia kerja," ucap Ricky.
Terpisah, Wali Kota Batam mengatakan Batam dirancang menjadi tempat bagi pekerja terampil, tetapi balai latihan belum maksimal, sementara itu banyak pula pekerja dengan kurang memadai.
Oleh karena itu dibutuhkan kontribusi perusahaan dan lembaga pendidikan untuk meningkatkan kualitas dan keterampilan dari pekerja.
Peningkatan kualitas pekerja juga akan memberikan kontribusi positif terhadap produktivitas sebuah perusahaan selain akan menaikkan kelas pekerja belum terampil menjadi pekerja handal.
Kalangan pendidikan juga diharapkan dapat meningkatkan kualitas angkatan kerja.
"Sembilan perguruan tinggi di Batam hendaknya mampu mencetak lulusan yang memiliki kualitas dan ketrampilan yang mumpuni," harap Dahlan.
Dahlan mengakui peran pemerintah melalui BLK dalam meningkatkan kualitas pekerja juga belum maksimal karena kurang didukung dana.
Bursa lowongan kerja di Batam dilaksanakan pada Oktober setiap tahun dan diikuti puluhan perusahaan daerah setempat.
Pada 2010 tercatat lebih dari 8.000 pencari kerja terdaftar dalam bursa kerja yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Batam pada 12-14 Oktober.
(ANT-L/R010/Btm3)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
