
Imigran Timur Tengah Lebaran di Tanjungpinang

Tanjungpinang (ANTARA News) - Sekitar 200 orang lebih imigran asal negara Timur Tengah merayakan Idul Fitri 1432 Hijriah di Rumah Detensi Imigrasi Pusat Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Kepala Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Pusat Tanjungpinang, Sugiyo yang dihubungi Rabu mengatakan, imigran asl Iran, Irak dan Afghanistan itu sudah melaksanakan shalat Id pada Selasa (31/8).
"Karena mereka merasa berasal dari Timur Tengah, maka berlebaran sama dengan negara asalnya pada Selasa (31/8)," ujar Sugiyo.
Pelaksanaan 1 Syawal 1432 Hijriah di Timur Tengah pada Selasa (31/8) menurut Sugiyo didapat imigran dari siaran televisi yang disediakan di dalam Rudenim.
"Kami membuka seluruh blok di dalam rudenim untuk mereka melaksanakan shalat Id dan juga untuk bersilaturahim antarsesama," ujarnya.
Imigran yang merayakan Lebaran tersebut menurut Sugiyo berasal dari Afghanistan, Irak, dan Iran.
Sugiyo mengatakan tidak ada acara khusus yang dilaksanakan imigran tersebut menyambut Lebaran di Rudenim.
"Mereka hanya saling berkunjung antarblok untuk bersilaturahim," ujarnya.
Mengenai pembayaran zakat fitrah, menurut Sugiyo para imigran tidak menunaikannya.
"Saya melihat mereka tidak membayarkan zakat fitrah, mungkin karena mereka bukan orang bebas," ujarnya.
Sugiyo mengatakan, saat ini Rudenim Tanjungpinang dihuni oleh 380 orang imigran dari berbagai negara.
Terakhir sebanyak 88 orang imigran asal Sri Lanka ditampung di Rudenim Tanjungpinang setelah menyerah karena kehabisan stok bahan makanan selama berada diatas kapal MV Alicia yang lego jangkar di perairan Tanjungpinang sejak 10 Juli 2011.
(ANT-HM/A013/Btm1)
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
