Logo Header Antaranews Kepri

36 PNS Kepri Bolos Hari Pertama Kerja

Senin, 5 September 2011 20:37 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA News) - Sebanyak 36 pegawai negeri sipil Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau bolos pada hari pertama kerja usai libur Idul Fitri 1432 Hijriah.

"Mereka tidak masuk kerja tanpa keterangan," kata Kepala Badan Kepegawaian Provinsi Kepulauan Riau (BKD Kepri), Reni Yusneli di Tanjungpinang, Senin.

Reni mengatakan, dari sekitar 2.400 orang pegawai negeri sipil (PNS) sekitar 95-97 persen hadir pada hari pertama kerja usai libur Lebaran dan mengikuti apel pagi yang langsung dipimpin Gubernur Kepri, HM Sani di halaman Kantor Gubernur.

"Secara umum tingkat kehadiran PNS pada hari pertama kerja bagus, sebagian yang tidak hadir memang sedang cuti, tugas belajar, sakit, dinas luar dan semuanya ada keterangan," katanya.

Pada saat apel pagi yang dipimpin Gubernur HM Sani, sekitar 200 orang PNS terlambat dan dikumpulkan oleh Satpol PP yang langsung diawasi Asisten III Pemprov Kepri, Said Agil.

PNS yang terlambat tersebut mendapat peringatan agar tidak mengulangi lagi keterlambatannya.

"Yang langsung melapor kepada kami juga ada karena terlambat," ujar Reni.

Namun, sejumlah pegawai terlihat berkumpul di beberapa kedai kopi usai mengikuti apel pagi dan tidak langsung masuk kerja.

Reni mengakui hal itu bisa saja terjadi karena sejumlah pegawai sarapan terlebih dahulu sebelum masuk kantor masing-masing.

"Kantor mereka 'kan tidak terpusat di Kantor Gubernur sehingga singgah dulu di kedai kopi. Namun tindakan seperti itu tidak dibenarkan dan kami akan beri peringatan serta sanksi dari dinas masing-masing," katanya.

BKD menurut dia juga telah membentuk tim yang melakukan inspeksi mendadak terhadap pegawai yang membolos kerja untuk meminimalisasi pelanggaran disiplin.

"Sekarang tergantung pribadi pegawainya, karena tindakan bolos kerja tersebut tidak dibenarkan," katanya.

Wakil Gubernur Kepri, Soerya Respationo mengatakan, PNS yang terlambat pada apel pagi merupakan hal yang biasa terjadi, namun tetap mendapat peringatan agar tidak mengulangi hal tersebut.

"Saya berharap hal seperti itu tidak diulangi dan kami akan berikan peringatan kepada mereka," ujar Soerya.

(ANT-HM/A013/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026