Logo Header Antaranews Kepri

Pengamat: Peluang Rupiah Capai Rp8.400 Cukup Besar

Senin, 12 September 2011 11:51 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA News) - Pengamat pasar, Ifan Kurniawan memperkirakan rupiah berpeluang untuk kembali mencapai level Rp8.400 per dolar pada akhir tahun ini, apabila bank sentral AS (The Fed) kembali memanfaatkan program paket stimulus untuk mendorong ekonominya tumbuh lebih besar.

Tetapi Fed dalam pertemuan akhir pekan lalu tidak memberikan sinyal positif terhadap program itu hanya mengatakan akan menggunakan berbagai instrumen untuk memicu ekonominya tumbuh lebih baik, kata Ifan, yang juga analis PT First Asia Capital di Jakarta, Senin.

Menurut Ifan, pemerintah Obama juga akan berusaha membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja AS dengan mengeluarkan dana sebesar 447 miliar dolar yang saat ini sedang dibahas dengan Kongres.

Namun semua itu merupakan spekulasi saja, karena itu pelaku asing di pasar domestik cenderung masih menunggu kelanjutan rencana tersebut, ujarnya.

Ia mengatakan, apabila program paket stimulus jadi diluncurkan dan pembicaraan Obama dengan kongres berhasil maka akan banyak dana asing dilempar ke pasar terutama kepada negara-negara emerging market khususnya Indonesia.

"Kami optimis kondisi ini akan menguntungkan Indonesia karena akan banyak dana asing masuk ke pasar domestik yang pada gilirannya akan memicu pasar uang dan pasar saham lebih bergairah," ucapnya.

Karena itu, pemerintah harus terus memantau agar masuknya dana asing itu dapat dimanfaatkan dengan mengalihkan dana asing dari jangka pendek ke jangka panjang, sehingga membuka lapangan kerja baru bagi tenaga kerja Indonesia.

Pemerintah saat ini butuh dana besar untuk mendorong sektor riil tumbuh lebih cepat agar ekonomi nasional tumbuh lebih tinggi lagi, katanya.

Pelaku pasar khususnya asing saat ini masih fokus terhadap upaya the Fed yang akan mengeluarkan instrumen yang diharapkan salah satunya adalah program paket stimulus yang akan mendorong pasar tumbuh.

Rupiah saat ini merosot 35 poin menjadi Rp8.600 per dolar, karena pelaku asing melepas rupiah dan membeli dolar yang dinilai lebih aman ketimbang mata uang lainnya.

Pembelian dolar AS oleh pelaku asing terutama disebabkan mereka tidak mau mengalami kerugian yang lebih besar, katanya.

(ANT-H-CS/S004/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026