Logo Header Antaranews Kepri

Orang Tua Murid SMP 28 Tolak Relokasi

Jumat, 23 September 2011 17:45 WIB
Image Print

Batam (ANTARA News) - Para orang tua murid SMPN 28 Batam, Provinsi Kepulauan Riau menolak relokasi sekolah yang kerap banjir kala hujan dan air laut pasang.

"Apapun yang terjadi, kami minta anak-anak tetap belajar di sini. Kami menolak dipindah," kata orang tua siswa SMP 28, Firdaus, dalam rapat komite sekolah di Batam, Jumat.

Ia mengatakan jika sekolah pindah, maka lokasinya kemungkinan besar jauh dari rumah murid, sehingga menyulitkan.

"Bisa dekat dengan yang satu tapi jauh dari yang lain," kata dia.

Selain jauh, ia mengatakan orang tua khawatir bila dipindahkan ke tempat baru maka akan dimintai uang pembangunan.

Dalam rapat itu, orang tua siswa juga menolak bila proses belajar mengajar menumpang ke sekolah lain.

"Jangan numpang pula, tidak bagus untuk psikologi anak," kata dia.

Menurut dia, bila sekolah menumpang maka anak akan merasa rendah diri kepada anak lain yang bersekolah asal.

"Pasti akan terjadi kesenjangan antara siswa yang menumpang dan siswa yang ditumpangi. Belum lagi kalau ada yang saling mengejek," kata Firdaus.

Orang tua siswa mengusulkan pembentukan tim khusus yang terdiri dari komite sekolah, orang tua, perwakilan sekolah dan dinas pendidikan untuk menangani masalah banjir di SMP 28.

Tim itu, kata dia, mengupayakan solusi-solusi teknis untuk mengantisipasi banjir.

Ketua Komite SMPN 28, Kodarismanto, mengatakan pihaknya akan segera membentuk tim.

Tim ini akan bekerja sama dengan pihak pengembang perumahan di sekitar SMP 28 dan pemerintah untuk mencari solusi banjir di SMP 28.

"Misalnya kita buat parit atau membangun tembok yang tinggi. Jadi kalau banjir, air tidak masuk ke halaman sekolah," kata Kodar.

Komite sekolah juga mengusulkan pembagian jam belajar agar ruangan bisa digunakan maksimal, terutama saat banjir.

Mengenai relokasi, ia mengatakan menerima jika itu keputusan pemerintah, namun harus dibangun gedung baru sebelum proses belajar mengajar dipindahkan.

Sementara itu, Wali Kota Batam Ahmad Dahlan mengatakan, pemerintah memiliki dua opsi penyelesaian masalah SMP Negeri 28 yaitu relokasi dan renovasi. "Ada opsi relokasi, tapi, ke mana masih belum tahu," kata Wali Kota.

Menurut dia, relolasi merupakan jawaban atas masalah SMP Negeri 28 itu agar siswa dapat belajar dengan normal. Sedangkan pilihan kedua adalah merenovasi sekolah yaitu lahan sekolah diurug dan dibangun kembali di lantai dua.

Selama kedua opsi itu belum bisa dijalankan, kata Wali Kota, para siswa menumpang belajar di SMA 3.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam Muslim Bidin mengatakan setelah Idul Fitri, siswa-siswa kelas I dan II akan menumpang sementara di SMA 3. Siswa kelas 3 saja yang tetap belajar di lantai dua sekolah tersebut.

Menurut Muslim, hal tersebut terpaksa dilakukan agar kegiatan belajar siswa-siswa kelas I dan II SMP tersebut tidak terganggu selama proses perbaikan.

Muslim tidak bisa memastikan berapa lama siswa-siswa tersebut akan menumpang di SMA 3.

(ANT-YJN/N005/Btm3)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026