
LPS Serahkan CSR untuk Warga Batam

Batam (ANTARA News) - Lembaga Penjamin Simpanan menyerahkan bantuan tanggungjawab sosial perusahaan untuk warga Batam dalam sosialisasi tugas dan fungsi lembaga tersebut di Batam Provinsi Kepulauan Riau, Jumat.
Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Heru Budiargo mengatakan dana tanggungjawab sosial perusahaan (CSR) untuk pembangunan taman bacaan pintar di Kelurahan Tiban Indah, pembangunan Taman Pendidikan Al Quran di Kelurahan Tanjungpiayu, pembangunan Masjid Al Hikmah di Tembesi.
"Masing-masing mendapatkan Rp10 juta," kata Heru Budiargo.
Selain pembangunan taman bacaan TPA dan masjid, CSR juga diserahkan kepada Politeknik Negeri Batam.
Untuk perguruan tinggi negeri itu, LPS memberikan komputer jinjing dan proyektor LCD.
Heru mengatakan CSR yang dibagikan merupakan kewajiban perusahaan sebagaimana diamanatkan UU. Makanya, meski lembaga penjamin itu baru berdiri, namun berupaya menyalurkan CSR.
"Kami selalu berada di daerah-daerah untuk memperkenalkan diri. Kami hadir untuk masyarakat, dalam hal ini nasabah bank," kata dia.
Di tempat yang sama, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Harry Azhar Azis mengatakan pemberian CSR merupakan komitmen perusahaan untuk berbagi dengan masyarakat sekitar.
Sebagai lembaga penjamin simpanan, kata dia, LPS mendapatkan banyak kontribusi dari produk perbankan, maka harus mengembalikan sebaian keuntungannya kepada masyarakat dalam bentuk CSR.
CSR yang diberikan, kata dia, sekaligus sosialisasi mengenai keberadaan LPS untuk menjamin perbankan, kata dia.
"Dengan LPS masyarakat tidak perlu takut menyimpan uang di bank, dan tidak perlu lagi menyimpannya di bawah bantal," kata dia.
Direktur Politeknik Negeri Batam, Eko Priyono, mengatakan akan memanfaatkan bantuan komputer jinjing dengan baik demi perkembangan pendidikan Batam.
Mengenai LPS, ia mengatakan perlu sosialisasi rutin dan penjelasan kepada masyarakat mengenai peran pentingnya.
"Jadi mengetahui tidak hanya melalui iklan, namun juga ada sinergi melalui kegiatan-kegiatan di perguruan tinggi," kata dia.
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
