
Ismeth Siap Bantu Pembangunan Kepri

Tanjungpinang (ANTARA News) - Mantan Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Ismeth Abdullah siap membantu percepatan pembangunan daerah setempat jika diminta oleh pemerintahan Gubernur M Sani dan Wakil Gubernur Soerya Respationo yang menjabat sejak 19 Agustus 2010.
Pernyataan mantan orang nomor satu di Kepulauan Riau (Kepri) itu dilontarkan menjawab wartawan usai bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh masyarakat di Tanjungpinang, Sabtu (8/10).
"Pasti, saya siap bantu menyumbangkan pemikiran jika diminta oleh Pemerintah Provinsi Kepri," kata Ismeth.
Ismeth yang menjabat sebagai Gubernur Kepri pada 2005-2010, mengatakan sudah melakukan berbagai pembicaraan dengan pelaku bisnis di daerah setempat untuk membantu percepatan pertumbuhan perekonomian selain untuk mengisi kegiatan sehari-hari.
"Saya sudah berbicara dengan sejumlah pengusaha, banyak jurus yang akan kami berikan untuk percepatan pembangunan Kepri," katanya.
Ia pun menyatakan sudah mulai berbisnis.
Saya sudah mulai berbisnis untuk cari makan. Masa wartawan saja yang cari makan," candanya.
Menurut Ismeth, Pemprov Kepri mesti bekerja keras lagi menangkap berbagai peluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi terutama dengan ditetapkannya Batam, Bintan dan Karimun sebagai kawasan perdagangan dan pelabuhan bebas (KPBPB/FTZ).
"Jangan sia-siakan peluang. Saya harapkan pemerintah daerah bekerja keras dan masyarakat juga mendukung," ujar Ismeth.
Pemerintah daerah menurut dia mesti mampu menangkap peluang itu dan memperbaharui banyak hal yang dinilai masih belum berjalan.
Dia juga mengharapkan Pemprov Kepri memberikan perhatian lebih kepada daerah-daerah pulau terluar yang berbatasan langsung dengan sejumlah negara tetangga.
"Pulau terluar perlu perhatian khusus. Diharapkan ada alokasi dana khusus dari APBD untuk rumah sakit, sekolah dan fasilitas lain," kata Ismeth.
"Kasihan jika sakit mereka harus berjam-jam menuju rumah sakit terdekat jika tidak dibangunkan di pulau terluar," tambahnya.
Selain itu dia mengharapkan pemrintah juga memperbanyak lapangan pekerjaan untuk menekan angka kemiskinan.
"Pengentasan dari kemiskinan harus dijalankan karena itu tugas pemerintah untuk menghilangkannya, salah satunya dengan membuka lapangan pekerjaan," harapnya.
Ismeth yang sudah lama tidak berjumpa masyarakat Kepri mengaku kangen setelah ditetapkan sebagai terpidana kasus korupsi pemadam kebakaran (damkar) dan divonis bersalah serta dihukum dua tahun penjara oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor).
Mantan Ketua Otorita Batam itu mulai hidup di luar penjara sejak 7 Juni 2011 setelah mengantungi pembebasan bersyarat.
"Saya kangen. Saya berjumpa dengan masyarakat di Tanjungpinang untuk melepaskan kangen," ujar Ismeth yang didampingi istrinya, Aida Ismeth yang juga anggota DPD RI daerah pemilihan Kepri.
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
