Logo Header Antaranews Kepri

Pertamina Tidak Jamin Kelangkaan Solar Segera Berakhir

Senin, 10 Oktober 2011 19:04 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Manajer Penjualan Pertamina Wilayah Provinsi Kepulauan Riau, I Ketut Permadi menyatakan tidak bisa menjamin kelangkaan solar di Kota Batam bisa segera berakhir bila pembelian tetap meningkat tajam.

"Bahan bakar minyak (BBM) yang kami salurkan sesuai kuota. Bila pembelian wajar tidak akan terjadi kelangkaan. Kalau pembelian terus meningkat signifikan seperti akhir-akhir ini, kuota tidak akan mencukupi dan kelangkaan pasti akan terjadi," katanya di Batam, Senin.

Menurut Permadi, dalam beberapa hari terakhir pembelian BBM terutama jenis solar di Batam meningkat signifikan sehingga mengakibatkan kelangkaan di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) setempat.

"Kami tidak tahu apa sebabnya, namun permintaan cenderung naik dan mengakibatkan kelangkaan. Padahal distribusi kami tidak mengalami gangguan. Bisa jadi ada penyalahgunaan BBM bersubsidi di Batam, karena BBM yang kami salurkan ke SPBU langsung diserbu pembeli," kata dia.

Walaupun ada indikasi penyalahgunaan, katanya, Pertamina tidak bisa berbuat banyak karena tugas Pertamina hanya mendistribusikan dan memastikan BBM yang disalurkan sampai ke SPBU.

Saat BBM sampai di SPBU dan SPBU menjualnya langsung ke pengguna kendaraan maka tugas Pertamina sudah selesai. Kalau ada indikasi penyelewengan, tugas kepolisian untuk menyelidik, tambah dia.

"Kalau ada penyelewengan yang kami ketahui, kami juga berkoordinasi dengan kepolisian agar ditindaklanjuti," kata Permadi.

Kuota BBM jenis solar untuk untuk kebutuhan SPBU di Kepulauan Riau (Kepri), kata Permadi, mencapai 144.992 kilo liter pada 2011. Sedangkan kuota premium mencapai 276.716 kilo liter pada 2011 dan sebagian besar diperuntukkan untuk Kota Batam.

Hingga akhir Agustus, kuota solar yang sudah disalurkan mencapai 98.292 kilo liter sedangkan premium 188.772 kilo liter.

Kapolresta Batam Rempang Galang (Barelang), Kombes Eka Yudha Satriawan mengatakan akan menindak tegas pelaku penyelewengan BBM bersubsidi di Batam.

"Indikasi penyelewengan ada. Kami telah melakukan penyelidikan dan akan menindak secara tegas pelakunya. Karena hal ini telah terjadi berkali-kali," kata Eka.

Pada 2011, kelangkaan solar di Batam sudah terjadi beberapa kali dan setiap kali terjadi kelangkaan disinyalir ada pengusaha yang menimbun dan menjual solar bersubsidi ke industri-industri di Batam.
(pso-292/A013)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026