Pemkab Natuna meminta tambahan kuota BBM subsidi biosolar 6.901 kl pada 2026

id BBM,Minyak,Bio Solar,Natuna,Kepri,SPBU

Pemkab Natuna meminta tambahan kuota BBM subsidi biosolar 6.901 kl pada 2026

Salah satu SPBU di Natuna, Kepri, pada Januari 2026. ANTARA/Muhamad Nurman

Natuna, Kepri (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Natuna Provinsi Kepulauan Riau mengajukan permintaan tambahan kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis biosolar sebesar 6.901 kiloliter (kl) pada 2026, seiring meningkatnya aktivitas masyarakat dan pergerakan perekonomian di wilayah perbatasan tersebut.

Kepala Bagian Ekonomi dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Natuna, Agino Riko di Natuna, Kamis, mengatakan usulan penambahan kuota BBM subsidi telah disampaikan kepada Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas).

Peningkatan kuota, kata dia, diusulkan untuk jenis biosolar. Dari kuota sebesar 8.673 kl pada 2025, diajukan penambahan menjadi 15.537 kl pada 2026, atau meningkat 6.901 kl.

Baca juga: Pemkab Natuna keluarkan surat edaran penanggulangan dan pencegahan karhutla

Namun lanjut dia, kuota BBM jenis pertalite serta minyak tanah atau kerosene diajukan sesuai kuota lama. Pada 2025 kuota pertalite untuk Natuna sebanyak 11.350 kl, sementara minyak tanah 3.246 kl.

“Meningkatnya usulan kebutuhan BBM jenis solar didasarkan atas perhitungan yang dilakukan kecamatan kemudian disampaikan kepada Bupati melalui bagian Perekonomian dan SDA,” kata Agino.

Menurut dia, sejumlah sektor mengalami pertumbuhan signifikan yang berdampak langsung pada kebutuhan BBM, salah satunya sektor perikanan yang menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Natuna.

Baca juga: UPTD PPA Natuna beri enam layanan perlindungan perempuan dan anak

Ia menegaskan perhitungan kebutuhan biosolar dilakukan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Sebagai contoh, kuota BBM untuk kapal pompong nelayan dihitung berdasarkan besaran gross tonnage (GT) kapal serta durasi operasional.

Agino menambahkan kuota BBM bersubsidi di Natuna setiap tahun selalu habis, bahkan jumlah yang diberikan dinilai masih belum mencukupi kebutuhan riil di lapangan.

“Saat ini kami masih menunggu informasi persetujuan atas usulan penambahan kuota tersebut,” ujar dia.

Baca juga: Tim SAR Natuna evakuasi 3 nelayan dari pompong karam di Pulau Laut

Pewarta :
Editor: Laily Rahmawaty
COPYRIGHT © ANTARA 2026


Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Komentar

Komentar menjadi tanggung jawab anda sesuai UU ITE