Logo Header Antaranews Kepri

YLK Batam Adukan Operator Selular ke BPSK

Rabu, 19 Oktober 2011 15:33 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Yayasan Lembaga Konsumen (YLK) Batam mengadukan sejumlah operator seluler ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Batam terkait kasus pencurian pulsa milik konsumen, Rabu.

"Kami bersama BPSK memanggil seluruh operator telepon selular," kata Ketua YLK Batam, Fahri Agusta di Batam, Rabu.

Ia mengatakan dalam rapat yang seyogyanya mempertemukan konsumen yang dirugikan dengan pemerintah dan operator seluler itu tidak dihadiri beberapa provider.

"Ada empat operator tidak hadir," kata Fahri.

Fahri menyatakan selama ini YLKB menerima banyak aduan masyarakat mengenai penipuan pulsa.

Berdasarkan keterangan konsumen, kata dia, ada beberapa modus pencurian pulsa di antaranya layanan pesan singkat premium, nada dering serta konten berlangganan lainnya.

Dalam pertemuan itu, ia mengatakan sejumlah operator menyanggupi mengakomodasi dan menyelesaikan keluhan dari konsumen, asal konsumen melapor ke operator dengan bukti-bukti pendukung.

Asosiasi Pengusaha Handphone Batam yang membuka posko pengaduan pencurian pulsa menerima ratusan aduan dari konsumen yang merasa dirugikan provider telepon selular.

"Sampai hari ini, kami sudah menerima ratusan aduan dari masyarakat yang merasa dirugikan akibat pencurian pulsa," kata petugas penerima aduan Asphon Batam, Wissel.

Ia mengatakan kebanyakan masyarakat mengeluhkan pencurian dengan modus pesan singkat premium.

"Yang paling banyak dikeluhkan adalah Telkomsel," kata dia.

Asphon akan terus membuka posko pengaduan hingga 15 November 2011.

Di tempat terpisah, warga Batam, Emi mengeluhkan pencurian pulsa dengan modus penggunaan nada sambung.

"Saya tidak pernah daftar, tiba-tiba ada 'ringtone'," kata dia.

Yang lebih aneh lagi, kata dia melanjutkan, tidak bisa memutuskan keikutsertaan nada dering.

"Sudah di 'unreg' tapi tidak bisa. Aneh," kata dia.

Emi mengatakan rugi ratusan ribu hingga jutaan rupiah dari pencurian pulsa.

"Pernah dalam sebulan, saya isi pulsa Rp50.000 setiap dua hari. Itu habis, padahal hanya dipakai telepon paling banyak 10 menit," kata dia.

(Y011/B012)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026