
Solar Langka Karena Kebijakan Kitir Pertamina

Batam (ANTARA Kepri) - Kelangkaan solar yang terjadi di Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau sebulan terakhir disebabkan kebijakan kitir oleh Pertamina.
"Jumlah penyaluran BBM bersubsidi sampai Oktober melebihi biasa, sehingga ada kitir," kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Kota Batam Ahmad Hijazi di Batam, Kamis.
Kitir atau pengurangan distribusi bahan bakar minyak bersubsidi, kata dia, menyebabkan spekulan "panic buying" sehingga krisis solar semakin besar.
"Kelangkaan solar sudah memprihatinkan," kata dia.
Sales Area Manager Pertamina Kepri I Ketut Permadi mengatakan Pertamina sudah menyalurkan BBM bersubsidi sesuai dengan penugasan, bahkan melebihi.
Untuk bahan bakar minyak jenis premiun, ia mengatakan menyalurkan 2,75 persen dari kuota, sedangkan solar melebihi hingga 6 persen dari jatah yang diberikan pemerintah pusat.
Staf Direktorat BBM BPH Migas Arie Yoewono mengatakan dalam setahun, kuota premium mencapai 186,571 kilo liter per tahun, sedangkan solar 85,954 kilo liter per tahun.
"Tiap bulan penyaluran over kuota," kata dia.
Saat ini, kata Arie, kondisi penyaluran premium tinggal sisa 90 persen, sedang solar 80 persen dari pendistribusian bulan-bulan sebelumnya. Karena itu penyaluran dikendalikan.
Pemkot Batam juga membentuk tim monitoring untuk mengurai kelangkaan solar. Tim akan terdiri dari pihak-pihak muspida terkait untuk mengawasi penyaluran BBM bersubsidi agar tepat sasaran.
Sementara itu, Pertamina Batam mendirikan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) khusus non subsidi untuk mengatasi krisis solar di kota industri.
SPBU non subsidi merupakan solusi alternatif agar kebutuhan bahan bakar untuk industri tetap terpenuhi, ditengah krisis BBM non subsidi. Dengan SPBU non subsidi, maka industri tetap dapat mendapatkan bahan bakar dengan harga industri.
Untuk sementara, Pertamina baru akan menjadikan satu SPBU non subsidi. Namun, bila solusi itu efektif, maka Pertamina akan menambah SPBU non subsidi. (Y011/B008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
