Logo Header Antaranews Kepri

Panja Inflasi Nasional Dorong Impor Kebutuhan Batam

Minggu, 23 Oktober 2011 17:11 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Panitia Kerja Inflasi Nasional mendorong kebijakan impor barang kebutuhan pokok warga Batam untuk menekan inflasi.

"Impor bisa menekan inflasi Batam yang tinggi," kata Ketua Panja Inflasi Harry Azhar Azis di Batam, Minggu.

Ia mengatakan inflasi di kota industri lebih tinggi dari nasional sehingga dibutuhkan kebijakan khusus.

Inflasi, kata dia, dapat ditekan dengan impor kebutuhan dari luar negeri, karena harga barang impor relatif lebih murah.

"Hingga Oktober 2011, inflasi di Batam mencapai 5,11 persen. Sedangkan inflasi nasional hanya 4,93 persen," kata Harry.

Dari seluruh kebutuhan pokok, ia mengatakan terdapat lima komoditas utama yang diperlukan yaitu beras, gula pasir, sayur, ikan dan telur.

Harry mengatakan tidak mudah untuk mendatangkan lima komoditas itu, karena kebijakan dalam negeri yang melindungi pasar nasional. Untuk mendapat kebijakan khusus, maka Pemerintah Kota Batam diminta memperjuangkan izin impor ke pemerintah pusat.

"Seluruh izin impor diputuskan oleh Kementerian Perdagangan. Namun izin bisa diterbitkan jika ada rekomendasi dari kementerian terkait dengan barang yang akan diimpor," kata dia.

Misalnya impor telur, kata dia melanjutkan, harus ada rekomendasi Kementerian Pertanian. Begitu pula impor ikan harus melalui rekomendasi Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Setelah ada rekomendasi dari kementerian terkait, Kemendag akan mengeluarkan izin impornya," kata Harry.

Menurut pria yang juga Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, kebijakan pembatasan impor nasional yang membatasi impor komoditas membebani masyarakat Batam, karena membuat harga mahal.

"Di Batam indeks harga terus naik. Ini akan memberatkan masyarakat Batam," kata Harry.

Sebagai anggota DPR, ia mengatakan sudah berkoordinasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk mendapatkan izin impor khusus Batam.

Di tempat terpisah, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan ESDM Kota Batam, Ahmad Hijazi, mengatakan kebijakan impor komoditas pokok sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan konsumsi di Batam.

"Kalau mendatangkan komoditas dari daerah lain di dalam negeri justru lebih mahal karena biaya transportasi lebih tinggi," kata Hijazi.

Harga beras impor, kata dia, lebih murah sekitar Rp2.000 dibanding beras lokal.

"Sebab barang yang masuk ke Batam tidak kena pajak sehingga lebih murah," kata dia.

(Y011/F001)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026