Wisman Terbanyak Snow City Singapore Orang Indonesia

id snow, city, singapore, dinosaurus, dinosaurs, live!, science, centre, omni, theatre

Wisman Terbanyak Snow City Singapore Orang Indonesia

Replika Diplodocus di pameran "Dinosaurs-Live!", Science Centre Singapore. (kepri.antaranews.com/josengbie)

Batam (ANTARA Kepri) - Orang Indonesia termasuk pengunjung terbanyak di antara keseluruhan wisatawan manca negara pengunjung Snow City Singapore--tempat rekreasi padang salju permanen di dalam gedung yang hingga kini satu-satunya di Singapura.

"Sejak dibuka tahun 2000, sudah sekitar satu juta wisatawan asing berkunjung ke sini dan antara 15-20 persen adalah orang Indonesia,  bahkan pada akhir tahun biasanya mencapai 80 persen dari total pelancong asing," kata General Manager Snow City, Norazani Shaiddin, di Singapura, Jumat, kepada wartawan dari Batam, Kepulauan Riau.

Jumlah pengunjung berkebangsaan Indonesia, masih di peringkat I, sedang pengunjung berkebangsaan Malaysia dan India masing-masing di posisi II dan III, katanya ketika memperkenalkan atraksi baru berupa satu replika tyrannosaurus rex (T-rex), seluncuran salju, motor salju dan dinding panjat salju, dan patung manusia salju.

Seluncuran khusus untuk anak-anak berusia 2 hingga 6 tahun, menambah gelanggang yang sebelumnya hanya berupa lereng sepanjang 60 meter untuk orang dewasa meluncur dengan beralaskan ban dalam.

Untuk anak-anak, panjang seluncuran dengan kemiringan 30 derajat sekitar dua meter dan bagian bawahnya berupa salju lembut.

"Ini satu-satunya (di gelanggang salju dalam gedung)  Asia yang benar-benar terbuat dari salju," ujart Norazani.

Beberapa meter dari tempat itu, terdapat satu replika T-rex berukuran tinggi sekitar 2 meter dan panjang 3 meter yang dapat dipanjat dengan tangga.

Hamparan salju hasil mesin di dalam gedung itu kini dipertebal supaya kaki pengunjung yang dibungkus sepatu khusus terbenam ketika berjalan-jalan di atasnya.

Replika T-rex  di Snow City merupakan rangkaian pameran temporer "Dinosaurs-Live!" di gedung Science City Singapore (SCS) pada 21 Oktober 2011 hingga 26 Februari 2012 yang menampilkan 50 buah robot animatronik replika makhluk prasejarah di antaranya Diplodocus (19 meter x 6 meter), Omeisaurus (18 m x 6m) dan T-rex (16 m x 6 m).

Menyaksikan pameran ini, kata "Chief Executive" SCS, Lim Tet Meng, pengunjung dapat merasa diselimuti suasana kehidupan dan lingkungan makhluk prasejarah pada kurun 220 juta tahun silam hingga 60 juta tahun lampau.

Salah satu temuan paleontologi terpenting terkait dengan teori evolusi adalah fosil-fosil dinosaurus di berbagai negara.

Melalui ahli-ahli paleontologi, orang pada zaman sekarang mendapat gambaran tentang asal usul dinosaurus yang jenisnya ternyata beragam, pernah dominan pada suatu masa hingga kemudian punah.

Pengelola, kata Lim, melaksanakan "Dinosaurs-Live!" di gedung seluas 3.000 meter persegi dengan menyertakan bebagai informasi  yang mendalam agar mampu menjadikan pameran tersebut terbaik selain sebagai kegiatan hiburan juga pendidikan.

Selain pameran puluhan robot replika dinosaurus, buaya dan burung yang bagian-bagian tubuhnya bergerak-gerak disertai suara-suara khas, pengunjung pun dapat menonton film berformat IMAX 3D di Omni-Theatre Singapore yang gedungnya bersebelahan dengan gedung SCS dan Snow City.

Di bioskop dengan sudut pandang hingga sekitar 160 derajat, dapat disaksikan film "Born to be Wild" dan diputar berselang-seling dengan "Flying Monsters", masing-masing berdurasi 45 menit.

Layar yang menempel di bawah hingga atap bioskop dengan layar kubah itu telah diperbarui sehingga tidak lagi menampakkan sambungan antarbidang.

Penonton yang duduk di antara 250 kursi dapat merasakan sensasi seolah-olah mengambang, bergerak ke kiri, ke kanan, melayang dan bahkan tersedot ke relung tubuh burung purba.
(A013)
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2020

Komentar