
49 Orang Meninggal Akibat AIDS di Batam

Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak 49 orang meninggal akibat menderita AIDS di Batam sepanjang Januari-September 2011.
Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Kota Batam Pieter Purak Lolong di Batam, Selasa, mengatakan sejak Januari hingga September 2011, ditemukan 271 kasus HIV dan 101 di antaranya positif AIDS.
Ia mengatakan dari 49 kasus meninggal, 27 di antaranya lelaki dan 22 lainnya perempuan.
Menurut dia, kasus virus penurun kekebalan tubuh atau "human immunodeficiency virus" (HIV) di Kota Batam merambah kalangan ibu rumah tangga dan jabang bayi dalam kandungan.
"Pada 2010 ada 12 wanita hamil terjangkit HIV. Itu artinya, anak dari ibu tersebut juga terjangkit HIV," kata Pieter.
Ia mengatakan Batam merupakan wilayah keenam di Indonesia dengan kasus serta perkembangan epidemi HIV dan "acquired immunodeficiency syndrome" (AIDS) tertinggi setelah Papua, DKI Jakarta, Bali, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Di tempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kota Batam Yusfa Hendri menyatakan penularan HIV/AIDS banyak terjadi di tempat hiburan. Meski begitu HIV tak hanya berisiko bagi wanita penjaja seks, melainkan juga ibu rumah tangga.
"Yang juga berpotensi kini adalah orang tidak berisiko, seperti ibu rumah tangga dan anak bayi," kata dia.
Penularan HIV/AIDS ke ibu rumah tangga, kata dia, melalui suami yang suka melakukan hubungan suami istri dengan wanita penjaja seks.
Wanita panjaja seks di Batam, kata dia, dilakukan terselubung oleh pramuria dan pekerja hiburan, sehingga sulit diawasi.
Berdasarkan data penderita HIV/AIDS Januari hingga Juni 2011, penderita kebanyakan adalah wanita penjaja seks sebanyak 25,14 persen lalu waria 6,3 persen, lelaki suka lelaki sebanyak 4,2 persen dan Warga Binaan Pemasyarakatan 7,4 persen.
(Y011/Z003)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
