
Inflasi Batam Terendah di Sumatra

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menyatakan, inflasi di Batam pada Oktober 2011 hanya 0,27 persen, terendah di Sumatra.
"Dari 16 kota di Sumatra yang dipantau indeks harga konsumennya, tercatat 9 kota mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjungpinang sebesar 0,92 persen, dan inflasi terendah di Batam sebesar 0,27 persen," ungkap Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau (BPS Kepri), Said Syafri, di Tanjungpinang, Selasa.
Kota di Sumatra yang mengalami inflasi adalah Sibolga sebesar 0,35 persen, Pematang Siantar 0,36 persen, Padang 0,63 persen, Pekanbaru 0,55 persen, Dumai 0,36 persen, Palembang 0,5 persen, Bandar Lampung 0,62 persen dan Tanjungpinang 0,92 persen.
Sebaliknya, 7 kota mengalami deflasi yaitu Banda Aceh 0,28 persen, Lhokseumawe 0,17 persen, Medan 0,86 persen, Padang Sidempuan 0,15 persen, Jambi 0,18 persen, Bengkulu 0,04 persen dan Pangkal Pinang 0,65 persen.
"Deflasi tertinggi di Kota Medan sebesar 0,84 persen dan deflasi terendah di Kota Bengkulu sebesar 0,04 persen," katanya.
Inflasi di Batam pada Oktober 2011 lebih rendah bila dibandingkan dengan inflasi pada bulan yang sama tahun sebelumnya yaitu sebesar 1,02 persen. Perubahan harga pada 62 komoditas menjadi pemicu terjadinya inflasi di Batam Oktober 2011.
Harga 34 komoditas yang naik seperti cabai merah, daging ayam ras, selar, cabai rawit, kacang panjang, rokok kretek filter, bawang merah, ikan tongkol, sawi hijau, rokok kretek, ikan kembung, beras, mobil, susu untuk bayi, celana panjang, dan bawang putih.
Sebaliknya, tercatat 28 komoditas lainnya mengalami penurunan harga, antara lain, emas perhiasan, jeruk, gula pasir, kangkung, minyak goreng, kol putih atau kubis, apel, telur ayam ras, udang basah, anggur, minuman ringan, daging sapi, semangka, ikan bandeng, nangka muda, dan ikan kakap merah.
Hasil analisis terhadap indeks harga kelompok, menunjukkan, inflasi di Batam disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 1,58 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,08 persen.
Selain itu, lanjutnya, indeks harga kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar juga naik sebesar 0,01 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,02 persen, kelompok pendidikan, rekreasi dan olah raga sebesar 0,06 persen, serta kelompok transportasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen.
Sebaliknya, kelompok sandang justru mengalami penurunan indeks sebesar 1,71 persen.
"Laju inflasi tahun kalender (Januari-Oktober) 2011 di Kota Batam sebesar 3,58 persen dan laju inflasi 'year on year' (Oktober 2011 dibanding dengan Oktober 2010) mencapai 4,63 persen," kata Said.
(KR-NP/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
