
PMI Karimun Harapkan Bantuan Peralatan Donor Darah

Karimun (ANTARA Kepri) - Palang Merah Indonesia Cabang Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau mengharapkan Tim Pengembangan Wilayah dan Pengembangan Masyarakat setempat membantu membelikan peralatan penghimpunan darah donor.
"Bantuan dari Tim PWPM sangat diharapkan untuk mengatasi persoalan kekurangan stok darah yang kami alami hampir setiap bulan," kata Ketua PMI Cabang Karimun, JB Walianto di Tanjung Balai Karimun, Selasa.
Menurut Walianto, Tim PWPM yang mengelola dana pengembangan masyarakat (community development/CD) sektor pertambangan seyogianya mengalokasikan dana atau membeli langsung peralatan seperti kantong darah, jarum suntik dan lainnya.
Dana CD sektor pertambangan disalurkan Tim PWPM pada tiga sektor, yaitu ekonomi kerakyatan, pendidikan dan kesehatan berdasarkan usulan dari kelurahan dan desa. Namun demikian, bukan berarti PMI tidak dapat menerima bantuan karena program PMI juga menyangkut sektor kesehatan, kata dia.
"Syukur-syukur kami dibelikan mobil operasional untuk memudahkan dalam menghimpun darah dari warga," ucap Walianto.
Pengadaan mobil operasional, menurut dia, akan efektif mengatasi kelangkaan persediaan darah.
"Stok darah sering langka karena kesadaran warga untuk mendonorkan darahnya masih rendah, sementara di sisi lain kami juga tidak bisa menggelar donor darah karena keterbatasan anggaran dan peralatan," katanya.
Dia mengharapkan bantuan mobil operasional dari Tim PWPM dapat digunakan untuk menghimpun darah dengan sistem "jemput bola" dengan mengunjungi pasar, pusat keramaian dan pemukiman warga.
"Kami pun bisa mengintensifkan sosialisasi pentingnya donor darah bagi kemanusiaan dan manfaatnya bagi kesehatan," tuturnya.
Selama ini, lanjut dia, persediaan donor darah di Karimun masih mengandalkan kegiatan donor darah instan yang diselenggarakan instansi pemerintah maupun swasta.
"Kalau tidak ada kegiatan donor darah instansi atau kelompok masyarakat, maka kami terpaksa meminta bantuan ke Batam," ucapnya.
Pada bulan lalu, pihaknya terpaksa meminta bantuan darah ke Batam karena persediaan habis dan permintaan darah juga meningkat.
"Bulan lalu ada wabah demam berdarah sehingga permintaan darah ikut meningkat. Kami terpaksa minta bantuan kepada warga Karimun yang tinggal di Batam agar bersedia mendonorkan darah," ucapnya.
Sedangkan bulan ini persediaan darah cukup karena ada pasokan dari tiga kegiatan donor darah, yaitu di Kanwil BC Kepri sebanyak 68 kantong darah, HUT Partai Golkar 28 kantong dan donor darah di Pulau Burung sebanyak 44 kantong.
"Untuk bulan berikutnya kami belum tahu dari mana mendapatkan darah untuk stok. Mudah-mudahan ada kegiatan donor darah dari instansi atau organisasi yang lain," katanya.(pso-028/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
