
Dinas Peternakan Batam Temukan Belasan Kambing Sakit

Batam (ANTARA Kepri) - Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau menemukan belasan ekor kambing sakit dan tidak layak disembelih untuk ibadah Kurban.
"Kami menemukan belasan kambing sakit dan tak layak disembelih saat Hari Raya Kurban nanti," kata Kepala Bidang Peternakan Dinas Kelautan Perikanan Peternakan dan Kehutanan (KP2K) Kota Batam, Sri Yunelli, di Batam, Rabu.
Menurut Yunelli, hewan yang sakit tersebut terlihat dari tubuh yang kurus, tidak banyak bergerak, tidak nafsu makan, mata berair, dan bulu yang tidak halus (berdiri).
"Kami tidak bisa memastikan hewan tersebut terserang penyakit cacing atau penyakit lain. Kemungkinan besar kambing tersebut masih stres setelah menempuh perjalanan dari Bali dan Jawa," kata dia.
Yunelli mengatakan, hampir seluruh kambing yang dijual di Batam menjelang Hari Raya Kurban didatangkan dari Bali dan Jawa.
"Kami meminta pada pedangang akar kambing-kambing tersebut dipisahkan dan tidak dijual. Kami juga telah memberi tanda khusus yang menyatakan kambing tersebut tidak layak-potong," ujar Yunelli.
Hingga saat ini, kata Yunelli jumlah kambing untuk keperluan Hari Raya Kurban yang telah masuk Batam mencapai 3.886 ekor, sedangkan untuk sapi mencapai 1.386 ekor dan dalam satu-dua hari ke depan diperkirakan masih akan ada kambing dan sapi yang masuk.
"Untuk sapi belum ditemukan yang sakit. Namun untuk memastikan semua daging kurban layak dikonsumsi, saat Kurban nanti tim kami akan turun memeriksa semua daging," ucapnya.
Jusak Wiraharja, dokter hewan Dinas KP2K Kota Batam mengatakan, kambing mudah terserang penyakit apalagi bila dibawa dari jarak yang jauh.
"Kambing memang rentan terhadap penyakit. Butuh waktu lama untuk adaptasi sehingga sehat kembali," kata dia.
Salah seorang penjual hewan Kurban, Karmin, mengatakan beberapa kambing yang ia jual juga sempat mengalami masalah makan terutama hari-hari pertama setelah sampai Batam.
"Kambing memang membutuhkan adaptasi cukup lama untuk sehat kembali," kata dia.
(pso-292/A013)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
