
SEA Games - Jimmy Harap KONI Fasilitasi Orang Tua

Batam (ANTARA Kepri) - Atlet layar asal Provinsi Kepulauan Riau yang mewakili Indonesia dalam SEA Games 2011 Jimmy mengharapkan Komite Olahraga Nasional Indonesia memfasilitasi orang tuanya ke Jakarta untuk menonton pertandingan.
"Jimmy sedih, karena ingin sekali ditonton orang tuanya," kata pelatih layar Weng Samsi saat dihubungi dari Batam, Minggu.
Jimmy masih berusia 12 tahun dan jarang berpisah dari orang tua, sehingga ingin sekali bertemu ayah dan ibunya.
Jimmy, kata dia, ingin mendapatkan dorongan secara langsung oleh orangtuanya. Saat ini, kedua orang tua Jimmy berada di Nongsa, Kota Batam, sedang Jimmy sudah enam bulan berada di Jakarta mengikuti pelatihan nasional.
Menurut dia, bila disaksikan langsung orang tua, maka secara mental akan menambah kepercayaan diri siswa SMP 8 Batam.
Weng menyayangkan perhatian KONI yang minim kepada atlet berprestasi.
Ia mengatakan selama berjuang mengharumkan nama Kepri, Jimmy dan atlet nasional asal Kepri lainnya kurang mendapat perhatian.
"Jangankan penghargaan, dana untuk pembinaan saja susah," kata dia, padahal, banyak atlet layar Kepri yang memiliki potensi.
"Selama ini perhatian baru dari klub. Pak Kris Willuan yang memberikan banyak perhatian," katanya.
Sementara itu, Jimmy dan Mariyati ditargetkan meraih medali emas dalam cabang olahraga layar pada SEA Games 2011 di Palembang dan Jakarta.
Dua atlet layar Kepri yang dipercaya mewakili Indonesia dalam SEA Games yaitu Jimmy dan Mariyanti.
Jimmy (12) akan berlaga dalam cabang layar optimist, sedang Mariyanti (18) dalam cabang layar radial woman.
Jimmy dan Mariyanti sudah delapan bulan mengikuti pemusatan latihan nasional di Jakarta.
Mengenai peluang, ia mengatakan, kedua atlet itu memiliki kesempatan meraih medali. "Paling tidak, tiga besar masuk," kata dia.
Sebelum terpilih mewakili Indonesia dalam SEA Games, keduanya sudah memenangi berbagai kejuaraan tingkat nasional.
"Hanya 'record' internasionalnya belum banyak, karena belum didukung KONI," katanya.
(Y011/I016)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
