
KB Kepulauan Dapat Memupuk Nasionalisme

Batam (ANTARA Kepri) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Perwakilan Provinsi Kepulauan Riau, Sunarto mengatakan, program Keluarga Berencana di wilayah kepulauan bertujuan untuk memupuk rasa nasonalisme masyararakat yang berbatasan dengan negara lain.
"Program Keluarga Berencana (KB) dan pelayanan kesehatan cuma-cuma yang diberikan bisa memupuk rasa nasionalisme di wilayah perbatasan. Selain itu, bertujuan agar mereka tetap merasa menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia," kata Sunarto di Batam, Rabu.
Sunarto mengatakan, Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bekerjasama dengan TNI AL dan seluruh kota/kabupaten di Kepulauan Riau akan serius menjalankan program KB pada pulau-pualu terluar, terpencil dan terdepan yang selama ini kurang mendapatkan fasilitas baik berupa sarana kesehatan maupun tenaga kesehatan yang memadai.
"Di Kepri kami memprogramkan pelayanan pada 38 pulau yang terdapat di seluruh kota/kabupaten. Secara nasional program ini dimulai hari ini (Rabu, 16/11) dan akan segera diikuti 183 kota/kabupaten kepulauan yang ada di Indonesia," tambah dia.
Kegiatan KB dan pengobatan cuma-cuma, kata dia, termasuk program Millenium Development Goal's dalam penurunan angka kelahiran dan peningkatan derajat kesehatan masyarakat.
Deputi Pelatihan dan Pengembangan BKKBN Pusat Kasmiati, sebelumnya di Batam mengatakan, pemerintah mencanangkan program KB kepulauan pada 183 kota/kapupaten di seluruh Indonesia hingga 2014 nanti.
"Program ini sebagai upaya kembali menggaungkan program KB di Indonesia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat," kata dia.
Ia mengatakan, untuk menyukseskan program tersebut perlu komitmem dan alokasi anggaran yang memadai dari seluruh kepala daerah setempat.
"Komitmen pimpinan daerah dalam memberikan anggaran yang memadai sangat menentukan keberhasilan program KB kepulauan," tambah dia.
Salah satu upaya mendekatkan masyarakat pesisir di Kepri dengan kesehatan, pemerintah setempat pada awal 2011 menempatkan 100 dokter keluarga yang akan bertugas dari rumah-kerumah.
"Mereka bertugas melayani masyarakat pesisir yang selama ini minim akses kesehatan agar derajat kesehatan mereka meningkat," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudiana.
Tahun 2012, kata dia, program penempatan dokter keluarga akan berlanjut.
(pso-292/E010)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
