Logo Header Antaranews Kepri

Inflasi Batam Capai 0,09 Persen

Jumat, 2 Desember 2011 10:28 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Riau menyatakan inflasi di Batam pada November 2011 mencapai 0,09 persen.

"Dari 16 kota di Sumatra yang disurvei indeks harga konsumennya, tercatat 9 kota mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di kota Padang Sidempuan sebesar 0,86 persen dan inflasi terendah terjadi di kota Palembang sebesar 0,02 persen," kata Kepala Badan Pusat Statistik Kepulauan Riau, Syafri Said, di Tanjungpinang, Jumat.

Ia mengatakan, inflasi di Batam disebabkan oleh naiknya indeks harga kelompok bahan makanan sebesar 0,29 persen; kelompok sandang sebesar 0,25 persen, kelompok kesehatan sebesar 0,03 persen; kelompok pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 0,06 persen; serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,06 persen.

Sebaliknya, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau justru mengalami penurunan indeks sebesar 0,13 persen. Sedangkan kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar tidak mengalami perubahan indeks dibanding bulan sebelumnya.

"Kenaikan indeks harga konsumen dari 125,07 pada bulan Oktober 2011 menjadi 125,18 pada November 2011, menyebabkan di Batam terjadi inflasi sebesar 0,09 persen," katanya.

Inflasi yang terjadi pada November 2011 lebih rendah bila dibandingkan dengan kondisi satu bulan sebelumnya yaitu sebesar 0,41 persen.

"Laju inflasi tahun kalender (Januari - November) 2011 di Kota Batam sebesar 3,67 persen dan laju inflasi 'year on year' (November 2011 dibanding dengan November 2010) sebesar 4,30 persen," katanya.

Menurut dia, perubahan harga pada 65 komoditas menjadi pemicu terjadinya Inflasi di Batam pada saat itu.

Sebanyak 41 komoditas diantaranya mengalami kenaikan harga, antara lain, cabai merah, kacang panjang, tomat buah, bayam, emas perhiasan, beras, susu untuk balita, merica, ikan tongkol, oli, bawang merah, ikan mujair, kepiting atau rajungan, ikan mas, tomat sayur, tas sekolah dan daging sapi.

Sebaliknya, harga 24 komoditas lainnya turun, antara lain, ikan selar, kangkung, daging ayam ras, jeruk, gula pasir, minyak goreng, buncis, telur ayam ras, dencis, sawi hijau, pepaya, sotong, cabai hijau, cabai rawit, ikan tenggiri, nangka muda dan ikan kakap merah.

"Harga barang kebutuhan masyarakat di Batam selalu mengalami perubahan dalam waktu yang cepat. Salah satu penyebabnya, karena Batam bukan sebagai daerah penghasil barang kebutuhan masyarakat," katanya.

(KR-NP/H009)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026