
Kantor Kebakaran Natuna Minim Peralatan

Natuna (ANTARA Kepri) - Minimnya sarana dan prasarana Kantor Kebakaran Natuna menjadi kendala besar bagi tim ini dalam menjalankan tugas.
Kepala Seksi Kebakaran Kantor Satpol-PP Natuna, Zainal Abidin, Jumat di Ranai mengungkapkan saat ini terkait peralatan, sarana dan prasarana kebakaran sangat minim.
Jika tidak segera menjadi perhatian pemerintah, pihaknya mengaku kondisi ini menjadi kendala besar bagi timnya yang bekerja di lapangan.
"Dari empat unit mobil kebakaran hanya dua yang dalam kondisi laik pakai, sisanya rusak dan perlu diperbaiki,jika tidak segera diperbaiki akan memperparah kerusakan," sebutnya.
Dia juga mengatakan, kantor kebakaran yang masih digabung dengan Kantor Satpol PP juga menjadi masalah.
"Jadinya kita tidak leluasa untuk menganggarkan apa yang menjadi kebutuhan," keluhnya, yang baru dua minggu menjabat sebagai kepala seksi kebakaran ini.
Ia merinci, sejak berkantor di kantor kebakaran, dari segi sarana dan prasarana jauh sekali dari ideal.
"Masak sampai untuk baju anti panas saja harus beli sendiri oleh timnya," ucapnya.
Peralatan lainnya, seperti selang, radio komunikasi dan lampu sorot juga tidak ada dan tambahnya selama ini tidak ada melaporkan kondisi ini.
Terkait titik air juga menjadi kendala. "Kondisi ini sangat mengkhawatirkan, perlunya titik air di kawasan tertentu, agar dalam waktu singkat air bisa diperoleh," paparnya, sambil mencontohkan kawasan dekat tangki minyak.
Ia berharap, Pemkab Natuna agar memperhatikan kondisi ini. "Agar tugas kami di lapangan, yakni penyelamatan menjadi optimal," tegasnya.
Selain itu, dengan jumlah tim yang saat ini sekitar 37 orang masih kurang. "Belum ideal, dengan 37 orang tersebut satu regu hanya bisa enam orang padahal idealnya delapan orang," jelasnya.
Dia juga menegaskan perlunya pelatihan khusus bagi timnya. "Perlu pelatihan guna meningkatkan kinerja regu pemadam kebakaran ini," tandasnya.
(KR-RST/Y008)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
