Logo Header Antaranews Kepri

Beras Oplosan Beredar di Batam

Rabu, 14 Maret 2012 20:31 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Beras oplosan produksi dalam negeri dengan luar negeri banyak beredar di Batam, Kepulauan Riau.

"Rata-rata beras kualitas menengah dan rendah di Batam merupakan oplosan beras asal Jawa dengan beras Thailand," kata pedagang Mitra Raya Batam, Sulaiman, Rabu.

Ia mengatakan, pengusaha melakukan hal tersebut untuk menyiasati harga beras agar tidak terlalu tinggi.

"Kalau seluruh beras didatangkan dari Jawa, harganya terlalu tinggi. Maka pengusaha berinisiatif mengoplos dengan cara mencampurkan beras Thailand yang harganya jauh lebih murah," kata dia.

Pedagang mengatakan, terkadang pengusaha memakai merek Indonesia pada beras oplosan tersebut. Namun kadang juga dengan merek Thailand.

Dengan cara tersebut, kata dia, harga beras tidak terlalu tinggi dan bisa terjangkau oleh masyarakat.

"Beras oplosoan biasanya haraganya antara Rp7-9 ribu per kilogram. Sementara beras yang asli dari Jawa, harganya di atas Rp10 ribu per kilogram," kata dia.

Sulaiman mengatakan, saat ini harga beras kualitas menegah dan rendah cukup stabil dibanding hara kualitas bagus yang mulai mengalami kenaikan.

"Khusus untuk kualitas atas sejak beberapa hari terakhir mengalami kenaikan sekitar Rp10 ribu per karung isi 25 kilogram," kata dia.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batan, Ahmad Hijazi memprediksi harga beras di Batam akan turun karena di Pasar Cipinang juga mengalami penurunan.

"Harganya bisa turun Rp100-200 per kilogram. Di Cipinang sudah turun karena Jawa sudah masuk masa panen," kata dia.

(KR-LNO/B008)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026