Logo Header Antaranews Kepri

Kenaikan BBM akan Beratkan Pengusaha Angkutan Batam

Selasa, 20 Maret 2012 10:16 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Kenaikan bahan bakar minyak yang akan diberlakukan pada April bisa memberatkan sekitar 80 pengusaha angkutan umum di Kota Batam, kata Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Batam, Aswen Dores.

"Kenaikan akan memberatkan jika kenaikan tarif tidak sesuai dengan kenaikan bahan bakar minyak (BBM). Mau tidak mau kenaikan prosentase tarif angkutan umum setara dengan prosentase kenaikan BBM," kata dia di Batam, Senin.

Ia menyatakan jika harga BBM naik dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 per liter, Pemerintah Kota Batam harus menaikan tarif angkutan umum sekitar 40 persen.

"Dalam pembahasan harus disertakan dampak kenaikan terhadap suku cadang dan gaji sopir yang mengikuti kenaikan tersebut. Bukan hanya berdasar kenaikan operasional BBM-nya saja," kata Aswen.

Kenaikan tarif 40 persen, kata dia, sesuai dengan biaya operasi yang harus dikeluarkan oleh pengusaha jasa angkutan.

Namun, jika kenaikan di bawah prosentase kenaikan harga BBM, kata dia, Pemerintah Kota Batam harus dapat mencari solusi agar pengusaha tidak begitu terbebani.

"Jika pemerintah menaikan tarif tidak sampai 40 persen, pemerintah harus bisa mencarikan solusi yang tidak memberatkan pengusaha dan masyarakat. Karena setelah kenaikan 40 persen ada kemungkinan jumlah pemakai kendaraan umum berkurang," kata dia.

Ia juga meminta, bila pemerintah kota melakukan pembicaraan tentang kenaikan tarif, Organda bisa dilibatkan secara intensif agar keputusanya tidak memberatkan pengelola angkutan umum dibawah naungannya.

"Kami minta dilibatkan secara aktif saat dilakukan pembicaraan, kami tidak mau disalahkan jika kenaikan tidak sesuai dengan harapan pengusaha," kata dia.

Salah seorang sopir angkutan umum jurusan Jodoh-Nongsa, Ardi mengatakan setuju harga BBM dinaikkan dari Rp4.500 menjadi Rp6.000 per liter.

"Kalau memang harus naik kami setuju, asal tidak ada lagi kelangkaan BBM di Batam," kata dia.

Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral Kota Batam, Ahmad Hijazi sebelumnya menyatakan kenaikan BBM solusi mengatasi kelangkaan di Batam.

"Tidak ada kata lain mengatasi kelangkaan kecuali menaikkan harga BBM bersubsidi," kata Hijazi.

(KR-LNO/S006)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026