Logo Header Antaranews Kepri

INSA Batam Tunggu Putusan Kenaikan BBM

Sabtu, 7 April 2012 19:16 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Dewan Pengurus Persatuan Pelayaran Nasional Indonesia Kota Batam menunggu keputusan pemerintah terkait kenaikan harga bahan bakar minyak.

"Kami masih nunggu ketetapan pemerintah," kata Humas Dewan Pengurus Persatuan Pelayaran Nasional Indonesia (Indonesian National Shipowners' Association/INSA) Kota Batam Azhar, Sabtu.

Ia mengatakan jika pemerintah jadi menaikkan harga BBM, maka INSA terpaksa menaikkan biaya pelayaran.

"Kalau besaran kenaikannya 30 persen, maka kemungkinan kenaikan tiket pelayaran juga 30 persen," kata Azhar.

Menurut dia, kapal-kapal yang melayani jalur domestik Batam menggunakan bahan bakar solar bersubsidi. Sehingga kenaikan BBM bersubsidi akan mempengaruhi biaya produksi pelayaran.

Ia mengatakan sejak rencana kenaikan BBM bergulir Maret 2012, INSA Batam dalam posisi menunggu.

Sementara itu, Pemerintah Kota Batam dan PT Pertamina Wilayah Kepulauan Riau melakukan verifikasi data nelayan pengguna bahan bakar minyak bersubsidi sebagai langkah awal penambahan pasokan ke agen penyalur minyak subsidi pesisir dan nelayan.

"Beberapa dinas yang terkait dengan pelayanan kepada masyarakat pesisir dan Pertamina akan melakukan verifikasi untuk menentukan jumlah kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi masyarakat peisir," kata Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag dan ESDM) Kota Batam Ahmad Hijazi.

Selain Disperindag, kata Hijazi, verifikasi juga dilakukan bersama Dinas Kelautan Perikanan, Perhubungan, dan UKM yang memiliki hubungan langsung dengan masyarakat di pesisir.

"Hasil verifikasi data tersebut diperlukan Pertamina Kepri untuk melakukan penambahan pasokan BBM bersubsidi ke APMS yang melayani nelayan dan masyarakat pesisir," kata dia.

Sales Representatif BBM Ritel Pertamina Kepri, Teuku Desky Arifin, mengatakan data verifikasi tersebut nantinya dijadikan acuan penyaluran BBM pesisir.

(Y011/R010)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026