
Perhimpunan Inti Bantu Program Mengajar Gratis

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Perhimpunan Indonesia Tionghoa Kota Tanjungpinang akan memberikan bantuan kepada Komunitas Kepri Mengajar untuk melaksanakan program mengajar gratis.
"Kami akan memberikan bantuan alat tulis untuk anak-anak kurang mampu yang mengikuti program belajar gratis yang dilaksanakan Komunitas Kepri Mengajar," kata Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Tanjungpinang Krismanto, Sabtu.
Bantuan tersebut akan disalurkan kepada 17 anak-anak kurang mampu di Desa Kawal, Bintan, yang tidak dapat membaca dan menulis. Anak-anak yang seharusnya duduk di bangku sekolah dasar itu, kata dia, layak mendapatkan pendidikan gratis.
"Walaupun program pendidikan itu bersifat nonformal, tetapi ilmu yang disalurkan pengurus Komunitas Kepri Mengajar sangat berharga," ujarnya.
Krismanto memberi apresiasi kepada mahasiswa semester enam Fakultas Keguruan Ilmu Pendidikan Universitas Maritim Raja Ali Haji yang menjadi pengurus Komunitas Kepri Mengajar. Program mengajar untuk mengentaskan buta aksara yang dilakukan organisasi tersebut sejalan dengan program INTI Tanjungpinang.
Kegiatan positif mahasiswa itu diharapkan juga dilaksanakan di Tanjungpinang.
"Kami akan membantu mendata anak-anak di Tanjungpinang yang tidak dapat membaca, menulis dan berhitung. Jika memungkinkan kami akan menyediakan tempat untuk mereka belajar bersama mahasiswa," katanya.
Sementara itu, Sekretaris Komunitas Kepri Mengajar, Eka Sundari, mengatakan, bantuan yang diberikan berbagai elemen masyarakat sangat berharga untuk anak-anak yang belum mendapatkan kesempatan duduk di bangku sekolah.
"Selain memberi pendidikan kepada anak-anak tersebut, kami juga akan mendorong pemerintah agar memberikan pendidikan gratis secara formal kepada anak-anak tersebut. Anak-anak itu memiliki hak untuk mendapatkan pendidikan yang layak," ujarnya.
Ia mengungkapkan, sebagian mahasiswa yang terlibat dalam Komunitas Kepri Mengajar bekerja sebagai guru sekolah dasar dan guru di lembaga pendidikan tertentu. Mereka memiliki pengalaman dalam menyalurkan ilmu pengetahuannya kepada anak-anak yang dididiknya.
"Anak-anak yang kami ajar tidak dikenakan biaya. Kami juga menyediakan alat tulis untuk mereka," katanya.
(KR-NP/N002)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
