
Bemnus Bantah Gunakan Uang Rakyat Rp4,8 Miliar

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (Bemnus) membantah telah menggunakan uang rakyat dari anggaran daerah sebesar Rp4,8 miliar untuk pertemuan di Tanjungpinang, Kepulauan Riau pada 16-20 April.
"Itu adalah bohong dan fitnah terhadap kami, kayaknya ada pihak-pihak yang menginginkan temu ke-5 Badan Eksekutif Mahasiswa Nusantara (BEMNUS) di Tanjungpinang gagal," kata Ketua Panitia Pelaksana (OC) Temu BEMNUS V, Hendra Setiadi, di Tanjungpinang, Rabu.
Dalam konferensi pers bersama sejumlah perwakilan BEM Nusantara, ia menjelaskan isu yang dilontarkan sejumlah mahasiswa yang mengaku dari gabungan BEM se-Kepulauan Riau (Kepri) menjelang pembukaan pada Senin (16/4) itu merupakan pembohongan terhadap publik yang tanpa dasar yang jelas dan tidak bisa dipertanggungjawabkan.
Dia mengatakan, pertemuan BEMNUS V di Tanjungpinang hanya dibantu oleh Dirjen Dikti sebesar Rp60 juta dan itu pun belum bisa dicairkan karena masih menunggu tanda tangan Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) Tanjungpinang.
"Pemerintah daerah hanya membantu dalam penyediaan fasilitas pertemuan dan penginapan," katanya.
Selain itu, isu yang menyebutkan BEMNUS V pro-pemerintahan dan mendukung kenaikan bahan bakar minyak (BBM) adalah bohong.
"Mahasiswa tidak mendukung pemerintah yang menyengsarakan rakyat, mahasiswa akan tetap kritis dan BEMNUS menolak tegas kenaikan bahan bakar minyak," tegasnya.
Ia menambahkan gabungan BEM se-Kepri yang mengaku tidak dilibatkan itu tidak benar, karena pihak panitia sudah berusaha untuk mengajak semua BEM di Kepri untuk terlibat.
Sementara itu, Ketua Panitia Pengarah (SC) Temu BEMNUS V, Trisep Kambuaya, menegaskan bahwa isu yang dilontarkan oleh mahasiswa yang mengaku gabungan BEM se-Kepri merupakan pembohongan publik dan pencemaran nama baik mahasiswa.
"Anggaran itu tidak bisa sembarang dikeluarkan, apalagi anggaran diatas Rp50 juta harus melalui persetujuan DPR melalui paripurna," ujarnya.
Sejumlah mahasiswa lainnya juga menolak tudingan yang tidak berdasar itu, karena itu mereka menyebutkan apa yang dilontarkan itu merupakan upaya untuk menggagalkan Temu BEMNUS V yang akan merumuskan rekomendasi untuk kepentingan nasional.
Mahasiswa juga menyebutkan, salah satu rekomendasi yang akan dihasilkan dari Temu BEMNUS V adalah mendesak adanya pengesahan RUU Perbatasan.
(KR-HKY/E011)
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
