Logo Header Antaranews Kepri

Wali Kota Batam Minta "Sweeping" Warga Malaysia Dibatalkan

Selasa, 1 Mei 2012 21:28 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Wali Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau Ahmad Dahlan meminta rencana sebagian warga menyisir warga negara Malaysia dibatalkan.

"Saya tidak setuju itu. Jika ada yang mau disampaikan, langsung saja ke saya. Tak usahlah demo-demo apalagi sweeping," kata Wali Kota Ahmad Dahlan di Batam, Selasa.

Ia mengatakan Batam adalah kota industri bergengsi di Asia Pasifik. Pekerja dari berbagai negara banyak mencari nafkah di kota itu, sehingga kondusifitas investasi.

Jika penyisiran warga negara tertentu dilakukan, maka kondisi investasi bisa meresahkan dan tidak menguntungkan untuk iklim dunia usaha di Batam.

"Biarkan mereka bekerja. Kecuali mereka melanggar ketentuan," kata Wali Kota.

Apalagi, kata dia menambahkan, Batam juga kota tujuan wisatawan dalam dan luar negeri. Bahkan, wisatawan asal Malaysia merupakan yang kedua tertinggi setelah Singapura.

Penyisiran wisatawan asal Malaysia hanya akan merugikan dunia pariwisata.

Sementara itu, Aliansi Gerakan Rakyat Batam Bersatu merencanakan melakukan aksi unjuk rasa disambung penyisiran warga negara Malaysia di hotel-hotel.

Aksi itu terkait dugaan pencurian organ tubuh tiga tenaga kerja Indonesia oleh aparat Malaysia.

Koordinator Lapangan Ashary mengatakan masyarakat sudah gerah dan marah atas tindakan warga dan aparat Malaysia kepada Tenaga Kerja Indonesia.

"Kami bukan memprovokasi rakyat. Tapi menyadarkan rakyat. Batam wilayah perbatasan sehingga harus duluan bergerak," kata dia.(Y011)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026