Logo Header Antaranews Kepri

Pulau Terdepan Kepri Rawan Teroris

Kamis, 3 Mei 2012 16:14 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Pulau-pulau terdepan Provinsi Kepulauan Riau rawan menjadi sarang teroris bila tidak diisi berbagai kegiatan, kata Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soeryo Respationo.

"Kalau didiamkan lama-lama pulau-pulau itu akan rawan," kata Wakil Gubernur Kepulauan Riau Soeryo Respationo di Batam, Kamis.

Kepulauan Riau memiliki sekitar 1.700 pulau berpenghuni dan tidak berpenghuni. Sebanyak 17 pulau di antaranya merupakan pulau terdepan di Indonesia.

Menurut Wakil Gubernur, jika pulau-pulau itu tidak dijaga, diberikan perhatian fisik dan nonfisik, maka akan rawan sarang teroris.

Pemprov Kepri, kata dia, selalu memberikan perhatian penuh pada pulau-pulau.

Pemprov Kepri juga membentuk Badan Pengelolaan Perbatasan Daerah untuk menjaga dan memelihara pulau-pulau.

"Pemprov sudah membentuk BPPD, tujuannya untuk menjaga pulau-pulau," kata dia.

BPPD merupakan lembaga resmi dari Kementerian Dalam Negeri untuk memberikan perhatian khusus kepada daerah perbatasan.

Hingga kini, kata dia, belum ada laporan gangguan keamanan yang berarti.

"Ancaman terorisme, signifikan belum ada," kata dia.

Ia mengatakan pemerintah juga terus mengantisipasi segala kemungkinan kericuhan di pulau-pulau melalui komunikasi intelijen daerah (kominda).

Dengan kominda, kata dia, maka pemerintah bisa tahu kemungkinan-kemungkinan gangguan yang akan muncul.

"Dengan kominda, maka pemerintah bisa mencari solusi dari permasalahan yang mungkin timbul," kata Wakil Gubernur.

Menurut Wakil Gubernur, butuh intelijen yang tangguh untuk menjaga keamanan negara.

Di tempat yang sama, Direktur Kewaspadaan Dini Kementerian Dalam Negeri Komisaris Besar Widianto P mengatakan pulau-pulau terkecil perlu diwaspadai.

"Pulau-pulau terkecil belum ada sarana sehingga rentan," kata dia.

Kesenjangan ekonomi sosial di perbatasan juga harus diberikan perhatian khusus menghindari konflik.

Keberadaan orang asing di perbatasan, juga perlu diwaspadai. "Baik lembaga maupun nonlembaga," kata dia. (Y011/Y008)

Editor:Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026