Logo Header Antaranews Kepri

20 Persen Kader PPP dari Partai Lain

Selasa, 8 Mei 2012 15:59 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak 20 persen dari sekitar 220 orang kader PPP yang dilatih Dewan Pimpinan Pusat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) di Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, berasal dari partai lain.

"Sekitar 20 persen dari yang dilatih berasal dari partai lain," kata Wakil Sekretaris Jenderal PPP Ahars Sulaiman di Batam, Selasa.

Ia mengatakan banyak kader partai lain ingin bergabung dengan PPP pascaditetapkannya penentuan ambang batas parlemen (parliamentary threshold/PT) secara nasional 3,5 persen. "Tapi saya tidak etis kalau sebut nama," kata dia.

Penetapan ambang batas menguntungkan PPP. Ahars mengatakan yakin banyak kader partai lain pindah ke PPP dengan semangat PPP sebagai Rumah Besar Umat Islam.

PPP melakukan pelatihan kader untuk mempersiapkan saksi dalam pemilihan umum 2014.

Ahars mengatakan partainya membuat kebijakan anggota dan calon anggota legislator melakukan pengkaderan melalui pelatihan di daerah pemilihan masing-masing. targetnya, seluruh tempat pemungutan suara dikawal seorang kader.

"Pelatihan kader sudah kami mulai akhir pekan lalu. Ini merupakan komitmen pemenangan kami," Ahars.

Sebagai awal, kata dia, sebanyak 220 kader dari Kota Batam dilatih fungsionaris PPP Pusat diantaranya Endin AJ Soefihara, Ketua Bidang OKK Isa Muksin, Ihsa dan Ahars Sulaiman.

Kota Batam, kata dia, merupakan DPC pertama yang melakukan pengkaderan dari seluruh DPC di Indonesia.

Selanjutnya, kata dia, PPP akan melatih 300 kader lagi di Batam.

Setelah pelatihan, kader PPP akan melakukan pengajian rutin untuk menjaga silaturahim dan penguatan kekaderan.

Pengkaderan, kata dia, perlu dilakukan dalam upaya pemenangan Pemilu 2014. PPP menargetkan masuk dalam empat besar peraih suara terbanyak dalam Pemilu 2014.

Ia optimistis target itu tercapai dengan pola pengkaderan berbasis daerah pemilihan. Apalagi dengan aturan UU Pemilu tentang ambang batas parlemen 3,5 persen. (Y011/Y008)



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026