
Golkar Tidak Ingin Jadi Tiket Pilkada

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Partai Golkar tidak ingin hanya dijadikan sebagai tiket politik calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.
Pernyataan itu disampaikan Sekretaris DPD Partai Golkar Kepulauan Riau (Kepri), Agustar, yang dihubungi dari Tanjungpinang, Jumat.
"Biasanya, politisi yang menganggap partai sebagai tiket politik untuk menjadi calon kepala daerah itu tidak melihat kekuatan partai. Kami menolak itu, karena Golkar memiliki mesin politik yang dapat memenangkan pesta demokrasi," ungkap Agustar.
Menurut dia, partai yang pragmatis, biasanya tidak mempedulikan kekuatan partainya dan kepentingan di masa yang akan datang. Kepentingan partai itu hanya uang sehingga mesin politiknya tidak dimanfaatkan untuk memenangkan figur yang diusung pada pesta demokrasi.
Sedangkan Partai Golkar menginginkan mesin politiknya digerakkan, meski membutuhkan biaya politik untuk menggerakannya. Konsep mesin politik itu lebih konseptual untuk memenangkan Pilkada Tanjungpinang tahun 2012.
"Partai yang hanya dijadikan tiket itu hanya mendapat uang dan silahrurahin, tetapi partai yang digerakkan mesin politiknya berpeluang memenangkan pilkada. Tentu kami ingin mendapat kemenangan pada pesta demokrasi, karena urusan silahturahim itu dapat dilakukan di mana saja," ujarnya.
Agustar tidak menampik jika biaya politik juga dibutuhkan untuk menjalankan mesin politik. Hal itu dibenarkan, karena biaya politik itu bukan untuk memperkaya pengurus Golkar, melainkan untuk menggerakkan mesin politik.
Namun sumber pendanaan tidak hanya berasal dari calon yang diusung, melainkan juga DPP Partai Golkar.
"Cara-cara seperti itu sah untuk menangkan partai," katanya. (KR-NP/M009)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.
