Logo Header Antaranews Kepri

Tarif Air Bersih di Karimun Naik Rp2.500/M3

Senin, 28 Mei 2012 07:32 WIB
Image Print

Karimun (ANTARA Kepri) - Dirut Perusahaan Daerah Air Minum Karimun, Usmantono mengatakan, pihaknya akan menaikan tarif air bersih untuk pelanggan rumah tangga dari Rp1.200 menjadi Rp2.500/m3.

"Tarif yang berlaku sekarang merupakan tarif sejak 1990 dan sampai sekarang belum pernah naik. Jadi wajar kalau dinaikkan untuk mengimbangi biaya operasional," katanya di Tanjung Balai Karimun, Senin.

Kenaikan akan diberlakukan setelah pembangunan instalasi air bersih di Danau Sentani selesai, dan diperkirakan pada awal 2013.

Menurut dia, saat ini pengelolaan air bersih melalui Unit Usaha Air Bersih (UUAB) merugi akibat tarif yang sudah tidak sesuai dengan biaya operasional dan kondisi perekonomian saat ini.

"Saat ini kami terpaksa memberikan subsidi sebesar Rp800 untuk menutupi kerugian pada UUAB. Subsidi itu dilakukan secara internal dengan menggunakan keuntungan dari unit usaha yang lain," katanya.

Dia menyangkal rencana kenaikan tarif air dilakukan karena pengelolaan air bersih berorientasi bisnis dibandingkan sosial pascapenandatangan nota kesepahaman dengan PT Petromas Wingstar, investor yang membangun instalasi air bersih di Danau Sentani.

"Air bersih adalah kebutuhan vital masyarakat, pengelolaannya tetap berorientasi sosial. Ke depan, ssaran kami adalah bagaimana pasokan air bersih kepada pelanggan lancar," ucapnya.

Dia juga mengatakan rencana kenaikan tarif air tersebut tidak memberatkan masyarakat dibandingkan membeli air yang dijual melalui truk-truk air yang berkeliling di pemukiman penduduk.

"Kenaikan sebesar itu wajar," katanya.

Perusda menggandeng PT Petromas Wingstar untuk membangun instalasi air bersih baru di Danau Sentani dengan target 10.000 pelanggan baru pada 2013.

Keberadaan instalasi Danau Sentani diharapkan dapat mendukung instalasi di Danau Bati dan waduk Bukit Senang yang hanya mampu melayani 3.800 pelanggan di wilayah Pulau Karimun.

"Kami juga menargetkan pelayanan air bersih menjangkau perusahaan-perusahaan di kawasan perdangan bebas," katanya. (KR-RDT/M019)

Editor: Muhammad Yusuf



Pewarta :
Editor: Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026