
Organda : Penyimpangan Solar SPBU Terkesan Dibiarkan

Karimun (ANTARA Kepri) - Dewan Pimpinan Cabang Organisasi Angkutan Darat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau menduga ada pembiaran praktik penyimpangan solar bersubsidi di SPBU satu-satunya di Pulau Karimun Besar.
"Kami berani mengatakan ada indikasi terjadi pembiaran praktik pembelian solar bersubsidi di SPBU Jalan Poros. Praktik itu sudah berlangsung lama dan kami memiliki data mobil-mobil yang membeli solar yang kemudian dijual lagi," kata Ketua DPC Organisasi Angkutan Darat (Organda) Karimun Amirullah di Tanjung Balai Karimun, Minggu.
Amirullah mengatakan terungkapnya praktik penyimpangan solar bersubsidi di SPBU yang melibatkan tersangka WD dan W oleh Polres Karimun Rabu (30/5) menguatkan dugaan tersebut.
WD dan W ditangkap jajaran Satuan Reserse Kriminal Polres Karimun di sebuah pelabuhan rakyat di Jalan Lingkar atau "Coastal Area" Tanjung Balai Karimun berikut 20 jeriken solar yang dibeli dari SPBU di Jalan Poros.
Kepala Satreskrim Polres Karimun AKP Memo Ardian, Sabtu (2/3) mengatakan, modus operandi yang digunakan tersangka adalah bolak-balik membeli solar di SPBU, lalu dipindahkan ke jeriken dan selanjutnya dijual tidak sesuai peruntukannya.
"Kami tidak menuduh ada konspirasi dengan petugas SPBU, tapi pembiaran dan masalah ini sebenarnya sudah lama kami laporkan kepada pihak pengelola SPBU maupun pemerintah daerah selaku pengawas," lanjut Amirullah.
Tertangkapnya tersangka WD dan W, menurut dia, hanya satu dari beberapa kasus yang terungkap ke permukaan.
"Beberapa waktu lalu, sebuah mobil yang mengangkut solar terbakar di Leho, Kecamatan Tebing. Kami menduga kuat bahwa solar itu juga dibeli di SPBU," katanya.
Dia mengatakan, Organda berencana melaporkan dugaan pembiaran dan lemahnya pengawasan pendistribusian solar bersubsidi di SPBU kepada PT Pertamina.
"Dalam waktu dekat akan kami laporkan kepada Pertamina. Jangan hanya agen minyak tanah CAK (Cahaya Ampera Karimun) saja yang diberi sanksi, SPBU juga harus diberi sanksi," ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, solar subsidi di SPBU diduga juga dibeli untuk kebutuhan industri, seperti untuk kendaraan dan alat-alat berat perusahaan.
"Indikasi penggunaan solar subsidi untuk industri sangat kuat akibat lemahnya pengawasan dari pengelola SPBU," tambahnya.(KR-RDT/M009)
Editor: Dedi
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
