
1.200 Keluarga Batam Terisolasi

Batam (ANTARA Kepri) - Setidaknya 1.200 kepala keluarga di kawasan Galang Baru dan Pulau Abang Kota Batam terisolasi karena Jembatan Enam Barelang rusak akibat tertabrak tongkang APC Aussie I pada Rabu dini hari.
"Pada dua kelurahan pulau tersebut setidaknya ada 1.200 kepala keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sekitar 3.000 KK yang terisolasi," kata Wali Kota Batam Ahmad Dahlan di Batam, Rabu.
Dahlan mengatakan, dengan putusnya jembatan, warga wilayah tersebut juga tidak bisa mendapatkan barang-barang kebutuhan pokok dari Batam.
"Selama ini, mereka mendapatakan barang-barang pokok kan juga dari Batam. Jembatan yang rusak secara otomatis menggaggu mereka mendapatkan barang kebutuhan pokok," kata dia.
Dahlan mengatakan anak-anak Pulau Galang Baru dan Pulau Abang rata-rata juga bersekolah di Pulau Rempang, terutama untuk SMP dan SMA sehingga dengan putusnya jembatan juga mengganggu aktivitas mereka.
"Biasanya ada bus yang menjemput anak-anak sekolah itu sampai ke ujung Pulau Galang Baru. Karena jembatan rusak, tidak ada lagi transportasi yang menjangkau mereka," kata Dahlan.
Dahlan mengatakan bahwa pihaknya akan mengupayakan alternatif transportasi lain agar kegiatan warga setempat tetap bisa berjalan.
"Khusus untuk anak sekolah akan keluarkan pos bantuan untuk transportasi. Inikan kejadian darurat, jadi sah," kata dia.
Putusnya Jembatan Enam Barelang juga mengancam pasokan ikan ke kota tersebut karena di daerah tersebut ada tiga pelabuhan ikan yang biasa memasok ikan segar hingga 80 persen.
Wali Kota mengatakan, dengan rusaknya jembatan tersebut, maka transportasi darat untuk mengangkut ikan dari wilayah tersebut tidak bisa.
"Dengan kondisi ini secara tidak langsung juga akan mengganggu perekonomian di Batam," kata dia. (KR-LNO/D007)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
Jo Seng Bie
COPYRIGHT © ANTARA 2026
