Logo Header Antaranews Kepri

Kemenag Bangun Ponpes di Karimun

Kamis, 28 Juni 2012 19:11 WIB
Image Print

Jakarta (ANTARA Kepri) - Kementerian Agama segera membangun pondok pesantren atau ponpes di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau dan diharapkan pengerjaan bangunan fisik itu dimulai Juli atau Agustus 2012 di atas lahan 10 hektare.

Direktur Pendidikan Agama Islam, H. Amin Haidari menjelaskan di Jakarta, Kamis bahwa kehadiran ponpes di kawasan perbatasan Indonesia dengan negara tetangga, seperti Malaysia dan Singapura, sangat penting.

Alasannya adalah ponpes ke depan dapat menjadi motivator dan juga sebagai pelaku pembangunan di daerahnya guna mengurangi ketertinggalan di wilayah setempat.

Itulah sebabnya Kementerian Agama membangun ponpes di Karimun. Wilayahnya tak jauh dari Batam dan ke depan diharapkan menjadi gudang logistik bagi kebutuhan pertanian. Di wilayah Karimun, lahannya cocok untuk pertanian, kata Imam Syafei, salah seorang pejabat dari Ditjen Pendis yang ikut merancang kebutuhan tenaga pengajar pada Ponpes tersebut.

Sejauh ini, seperti juga dikemukakan Kepala Kemenag Kabupaten Karimun, Drs. H. Afrizal, pihaknya bersama Ditjen Pendis sedang merancang kebutuhan tenaga pengajar. Ponpes di sini diorientasikan ke bidang pertanian.

"Kita siap bekerja sama dengan IPB dan UGM," ia mengatakan.

"Kita tak ingin, untuk seperti di Batam, untuk kebutuhan ikan lele saja didatangkan dari Malaysia," kata Amin Haidari.

Menurut Imam Syafei, banyak santri belajar di UGM dan IPB. Mereka itu yang akan direkrut menjadi tenaga pengajar pada ponpes Karimun nanti. Sekitar 40 orang tenaga pertanian akan dikerahkan mendukung Ponpes itu.

Kemenag kini sudah membangun beberapa ponpes di wilayah perbatasan, antara lain di Kalimantan Barat: Sintang (dua buah), Sambas (satu). Yang lainnya di Pulau Sebatik, Kalimantan Timur (satu), Merauke, Papua (satu), Sabang, Aceh (satu), Atambua, NTT (satu).

"Jadi, ponpes di Karimun merupakan yang kedelapan," kata Amin Haidari lagi. (E001/A011)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026