Logo Header Antaranews Kepri

PPIB: Frankim-Yusrizal Bukan Boneka

Kamis, 5 Juli 2012 20:27 WIB
Image Print

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Partai Perjuangan Indonesia Baru menyatakan, bakal calon wali kota dan wakil wali kota Tanjungpinang, Hendri Frankim-Yusrizal, bukan boneka politik kubu tertentu, melainkan untuk menang dalam pilkada.

"Pengusungan Frankim-Yusrizal itu bukan untuk kepentingan kandidat tertentu," kata Ketua Badan Advokasi dan Pembelaan Hukum Dewan Pimpinan Nasional Partai Perjuangan Indonesia Baru (DPN PPIB), Roder Nababan, di Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri), Kamis.

Koalisi Santun yang dibangun PPIB, Partai Karya Peduli Bangsa dan Partai Demokrasi Pembaruan, mengusung Frankim pertimbangan antara lain Frankim merupakan tokoh etnis Tionghoa, mantan anggota DPD RI daerah pemilihan Kepri dan memiliki pengalaman di berbagai organisasi.

Suara etnis Tionghoa di Tanjungpinang diperkirakan 30 persen dari total pemilih.

Sementara alasan PPIB tidak mengusung Rudy Chua, mantan Ketua PPIB Tanjungpinang yang juga anggota DPRD Kepri, karena Rudy pada tahun 2011 mengajukan untuk menjadi calon wakil wali kota.

Jika Rudy pada saat itu bersedia mencalonkan diri sebagai wali kota, PPIB pasti merestuinya, kata Nababan.

Sedangkan Frankim pada saat yang sama mengajukan diri sebagai calon wali kota. Dengan pertimbangan yang matang, akhirnya PPIB memutuskan mengusung Frankim.

"Pencalonan Frankim itu tidak main-main. Kami cukup lama mempertimbangkannya," ujarnya.

Berdasarkan pengalaman pilkada di Singkawang dan Bangka Belitung, kata dia, figur yang diusung PPIB dari tokoh etnis Tionghoa berhasil menjadi calon kepala daerah terpilih.

Keberhasilan itu disebabkan figur yang diusung PPIB sebagai calon kepala daerah, bukan calon wakil kepala daerah.

"Etnis Tionghoa merupakan pemilih emosional yang tidak goyang. Mereka diyakini memiliki calon wali kota yang berasal dari kalangannya," ungkapnya.

Sedangkan Yusrizal ditetapkan sebagai bakal calon wakil wali kota Tanjungpinang berdasarkan keinginan Frankim. Yusrizal berasal dari kalangan birokrat yang telah lama dikenal Frankim.

"Jadi penetapan Yusrizal itu bukan berdasarkan pesanan kandidat tertentu," katanya.

PPIB belum memutuskan sanksi yang diberikan kepada Rudy Chua terkait pencalonannya sebagai wakil wali kota yang berpasangan dengan Husnizar Hood melalui Partai Demokrat dan PKB.

"Sanksinya bisa pemecatan sebagai kader partai dan diganti sebagai anggota DPRD Kepri. Tetapi DPN PPIB belum memutuskannya," ujarnya. (KR-NP/A013)

Editor: Rusdianto



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026