
FPI Kepri Tolak Pembangunan Vihara

Tanjungpinang (ANTARA Kepri) - Sekitar 20 orang anggota Front Pembela Islam (FPI) Kepulauan Riau menggelar demonstrasi menolak pembangunan vihara di Jalan Sukarno Hattta, Tanjungpinang, Senin.
"Kami menolak pembangunan vihara di lokasi ini, karena pembangunan tempat ibadah ini masih belum jelas perizinannya," kata Ketua FPI Kepri Hajarullah Aswad.
Selain itu, penolakan disebabkan lokasi vihara yang telah dibangun itu berdekatan dengan dua masjid. FPI merasa khawatir jika aktivitas di vihara mengganggu kenyamanan umat Islam dalam melaksanakan ibadah.
"Pembangunan vihara ini berpotensi mengganggu kenyamanan umat Islam dalam melaksanakan shalat," ujarnya.
Massa yang memakai jubah putih itu mencoba memaksa masuk vihara. Namun pihak kepolisian menghalangi aksi FPI tersebut karena dikhawatirkan terjadi konflik.
Pihak kepolisian berupaya menenangkan massa. Permasalahan itu akan dibahas bersama dengan panitia yang membangun vihara, Alexs, serta instansi pemerintah yang berwenang menangani persoalan itu.
"Jangan melakukan tindakan-tindakan yang mengarah anarkis dan merugikan salah satu pihak," pinta Wakil Kepala Kepolisian Resor Tanjungpinang, Kompol Nur Santiko.
Sebelumnya, Kapolres Tanjungpinang AKBP Suhendri dalam sarasehan keagamaan yang digelar oleh Forum Pemberdayaan Pesantren Kepri pada akhir Juni 2012 mengatakan, pembangunan vihara di Sukarno Hatta, Tanjungpinang, telah sesuai dengan prosedur karena telah mendapat izin dari pemerintah.
"Pembangunan vihara itu sudah sesuai dengan prosedur," katanya. (KR-NP/I007)
Editor: Rusdianto
Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026
