Logo Header Antaranews Kepri

75 Persen Kapal Indonesia Tua

Jumat, 13 Juli 2012 16:00 WIB
Image Print

Batam (ANTARA Kepri) - Sebanyak 75 persen dari seluruh kapal Indonesia yang berlayar di perairan nusantara sudah tua.

"Sebanyak 75 persen kapal tua," kata Ketua Umum Indonesian National Shipowner Association Carmelita Hartoto di Batam, Jumat.

Ia mengatakan kapal-kapal itu menyesuaikan dengan kondisi infrastruktur pelabuhan di Indonesia.

Sebenarnya, kata dia, INSA siap meremajakan kapal-kapalnya, namun infrastruktur pelabuhan di Indonesia belum mampu melayani kapal-kapal berteknologi terkini.

"Kalau infrastrukturnya ada, INSA siap meremajakan kapal," kata dia.

Kapal-kapal berteknologi terkini membutuhkan pelabuhan dengan kedalaman tinggi, sedangkan pelabuhan-pelabuhan di Indonesia rata-rata dangkal sehingga INSA belum bisa menggunakan kapal-kapal baru.

Meski kapal tua, kata dia, armada yang digunakan INSA tetap layak pakai dan tidak berbahaya untuk pelayaran.

"Semua ada hitungannya, dan itu masih layak," kata dia.

Meski tua, namun beberapa perlengkapannya diganti menjadi modern, kata dia.

Sebelum infrastruktur diperbarui, INSA tidak bisa memaksakan menggunakan kapal berteknologi tinggi karena akan menambah biaya. Misalnya, untuk berlabuh di perairan dalam dan menyewa kapal kecil untuk mengangkut barang ke pelabuhan.

Sementara itu, ia menyatakan sejak 2005 sampai Maret 2012, pertumbuhan jumlah kapal INSA meningkat sekitar 40 persen, dari 6.014 tumbuh menjadi 11.300 unit.

"Sejak asa cabotage diberlakukan, pertumbuhan kapal luar biasa," kata dia.

Sementara itu, Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono mengatakan pemerintah terus berupaya membenahi infrastruktur, terutama laut.

Rencananya, pemerintah dalam rencananya akan memperdalam alur pelabuhan hingga 13 meter untuk memenuhi kebutuhan pelayaran internasional.

Dengan pendalaman alur, maka diharapkan kapal-kapal besar dapat melayani jasa angku logistik hingga beban biaya distribusi dapat dipotong. Maka, harga kebutuhan pokok masyarakat juga bisa lebih murah.(Y011/N005)

Editor: Dedi



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026